Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Puisi-puisi NS "Jatuh di simpuhmu (Di)"

Puisi-puisi NS "Jatuh di simpuhmu (Di)"

Jatuh di simpuhmu (Di)

 

setelah lelah menyaput terlena
mengambang rasa tak tersudahi membelantara
nafas bertanya seperti badai tak bermata
lalu semuanya rebah kehilangan suaranya
tentang dari awal ketika bisa berbicara

sampai jantung hati yang hilang berkata-kata

menjadi diri sendiri adalah debu terlunta

atau menjadi sinar di sepanjang garis cakrawala

...

ingatan ini menari-nari bersamamu

di dalam lubuk hati warnanya mengingat rindu

walaupun daya tersungkur berdebam membiru

semua harap bersayap mimpi adalah kamu

menjadi mantera penglipur biar tak layu

...

malam ini menahan airmata

sembab kusembab terjerembab luluh derainya

serah kuserah yang ada di balik cerita cerita

dirimu tak bisa kuraba

yang menatap kuasa

tergenang jatuh di simpuh

kupersembahkan hasrat fana

 

(Surabaya-8/9/14)

 

(Di) Tuan hati 

 

seharian di kamar saja
tak ada cerita apa-apa
kecuali kamu tentu saja
kamu saja...kamu saja
ada di sini saja
aku mengendap dari apapun suara
mengendap endap sedalam hening dirasa

duniaku sependar cahaya
yang dilepas dari semua penjuru
lalu hinggap di lembah-lembah
indahnya bukan kepalang
bukan basa-basinya senja
ini madunya merasuk hati
tak tertahan peluh menetes berkilau
cantiknya melentik membayang-bayang
jadilah tuan puteri
tuan hati

seharian di sini
di pangkuanmu
tuan puteri
tuan hati
seharian di sini
kugigit jari

(Surabaya-28/8/14)

back to top