Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

(Di) suatu waktu


Oleh: NS


aku ingin membagi teh hangat ini kepadamu

yang kuseduh di cangkir warna putih

dengan lukisan bunga merah jambu

tapi kamu tidak menengok

bukan sebab jarak

kita tahu bahwa jarak tidak akan pernah mampu melawan kerinduan

namun ini sebab kehilangan

sudah tidak ada sehampar hampa

kamu tidak akan pernah tahu kesakitanku

seperti malam ini ketika hatiku menjadi hujan

berderak-derak ke permukaan bumi

adalah irama kosong tanpa henti

Duh…

aku selalu tergetar jika jemariku menyentuhmu

tergenggam lirih oleh penyerahan utuh

memuja kasih sayangmu yang perawan

lalu teh telah dingin tak kurang setetes pun

mengingatkan bahwa sisa malam adalah rintihan

yang terkurung jeruji sunyi

namun aku tahu

harga cahaya hidupmu adalah hidupku

---

(Di) Surabaya, 2 Ramadhan 2016

back to top