Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

(Di) suatu waktu


Oleh: NS


aku ingin membagi teh hangat ini kepadamu

yang kuseduh di cangkir warna putih

dengan lukisan bunga merah jambu

tapi kamu tidak menengok

bukan sebab jarak

kita tahu bahwa jarak tidak akan pernah mampu melawan kerinduan

namun ini sebab kehilangan

sudah tidak ada sehampar hampa

kamu tidak akan pernah tahu kesakitanku

seperti malam ini ketika hatiku menjadi hujan

berderak-derak ke permukaan bumi

adalah irama kosong tanpa henti

Duh…

aku selalu tergetar jika jemariku menyentuhmu

tergenggam lirih oleh penyerahan utuh

memuja kasih sayangmu yang perawan

lalu teh telah dingin tak kurang setetes pun

mengingatkan bahwa sisa malam adalah rintihan

yang terkurung jeruji sunyi

namun aku tahu

harga cahaya hidupmu adalah hidupku

---

(Di) Surabaya, 2 Ramadhan 2016

back to top