Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

(Di) suatu waktu


Oleh: NS


aku ingin membagi teh hangat ini kepadamu

yang kuseduh di cangkir warna putih

dengan lukisan bunga merah jambu

tapi kamu tidak menengok

bukan sebab jarak

kita tahu bahwa jarak tidak akan pernah mampu melawan kerinduan

namun ini sebab kehilangan

sudah tidak ada sehampar hampa

kamu tidak akan pernah tahu kesakitanku

seperti malam ini ketika hatiku menjadi hujan

berderak-derak ke permukaan bumi

adalah irama kosong tanpa henti

Duh…

aku selalu tergetar jika jemariku menyentuhmu

tergenggam lirih oleh penyerahan utuh

memuja kasih sayangmu yang perawan

lalu teh telah dingin tak kurang setetes pun

mengingatkan bahwa sisa malam adalah rintihan

yang terkurung jeruji sunyi

namun aku tahu

harga cahaya hidupmu adalah hidupku

---

(Di) Surabaya, 2 Ramadhan 2016

back to top