Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Puisi Kalbu Maya

Puisi Kalbu Maya

Luka yang Diabadikan

I.    Janji ini, sejauh kita menulis jejak
terucapkan di atas bibir purnama
Dan jalan ini menanggalkan mimpi

Kita terus bercerita selayak kisah dewa
Sebenarnya kita bersiteru menama debu
Sorotan senja tua,
Mendua kerinduan
Yang terlanjur basah

II.    Lelaki senja
Hah, inilah luka
Yang kita rebutkan
Maaf  bukan lagi
Celoteh suci yang indah diucap

Perempuan sunyi telah menyalin mati untukmu
Saling berucap mengata maut
Melarikan diri dari khianat

Ah, matamu terlalu terang
Meredupkan kasih
Walau tak sampai aku melafalnya

Hingga bahagia jadi keterasingan
Yang coba kita siasati

III.    Di balik bayangan waktu,
Mengeja kerinduan yang lama terbakar
Hanya, waktu lebih dulu menghapus tubuhmu
Dari akar-akarnya

Aku hidup dari namamu kelak
Berpeluh pada janin-janin baru
Serupa metamorphose sepasang ulat
Pada daun yang jatuh

Yogyakarta, 21 Juli 2014

back to top