Menu
Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun Menderita

Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun…

Kupang-KoPi| Rakyat kor...

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan Mahasiswa HI UMY ke Tiongkok

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan…

Bantul-KoPi| Nur Indah ...

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Seh…

Jogja-KoPi| Depresu bis...

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa Untuk Anak Desa Gamplong

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa…

Jogja-KoPi| Unit Kegiat...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banya…

New Delhi-KoPi| Gubernu...

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kot…

Magelang-KoPi| Menyambu...

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi Dilema

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi…

Bantul-KoPi| Kemerdekaa...

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA KOMPENSASI BUKAN CSR

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA …

Kupang-KoPi| Gubernur N...

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gelar Workshop dan Pelatihan Make Up

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gela…

Jogja-KoPi| Mempunyai w...

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasan Bisnis Pada Calon Startup UGM

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasa…

Jogja-KoPi| Mantan CEO ...

Prev Next

Puisi Anton Daryanto

 by Karen Tarlton by Karen Tarlton

Ruang Temu Kasih Sayang
Kepada :MasitaRiany

Hari-hari ada tugas untuk diisi
Bukan lagi ruang hampa dan ruang sepi
Bukan pula waktunya menyendiri dan menepi
Ini ada tugas, yang mesti dijalani sepenuh hati

Ruang-ruang akan kembali diisi dan ditata
Ruang pertemuan untuk saling menjaga
Ruang yang mengajarkan nilai-nilai dan kerjasama
Walau kita berbeda tetapi selalu punya energi yang sama
Yaitu kasih sayang, bukan lagi dalam puisi dan kata-kata

Dalam kasihnya,
engkau mengajarkan kembali tentang makna-makna yang lama sudah kulupa
dari tata, titis, tatag, dan tetes

Dalam‘tata’ bukan lagi sebuah teori ataupun cara
Tata….. menata,
melatih otak kanan
memulai gambar besar
menata analog dengan menyusun
berawal dari rendah kemudian keatas
memahami letak

Dalam“titis” bukan lagi kesigapan dalam berbaris,
atau ketangkasan dalam menangkis
Titis……… melengkapi diri dengan pengetahuan, ajaran, maupun laku
Bukan lagi sekedar tepat sasaran, tetapi menjaga keadaan untuk tidak menjadi luka

Dalam“tatag” bukan lagi tentang jarak, jejak, maupun tapak
Tatag…....... mempunyai keberanian untuk melakukan tindakan atas kemampuan menata dan menguasai keilmuan.

Dalam“tetes” atau disebutnya tetas
Bukan sekedar kerja keras atau kerja cerdas
Tetapi hidup mengenal batas sehingga tidak asal terabas
Tetes……menetaskan karya

Dalam kasihnya,
engkau bisikan bahwa hidup bukan lagi benturan suara-suara
Bukan lagi gebyar panggung-panggung sandiwara
Tetapi dengan tekun engkau ajarkan apa itu neng, ning, nong, dan nang
Neng…… meneng, diam, menep, mengendapkan kesadaran, menghayati, kristalisasi
Ning……. Wening, uninga, bening, maya, transparan, wedanta
Kasihku,…..dengan memahami tahap neng akan mencapai kebeningan,
bisa melihat segala sesuatu dengan terang trawaca, jelas benderang, tak terhalang

Nong…… unong, mengerti, melihat dengan rasa, dengan mata hati
Nang…… unang, ngunangi, to detec, menemukan, mendapat inspirasi, melimpahkan gagasan dalam kasih sayang.

Ruang-ruang kasih sayang itu ada dalam perjumpaan
Menyuburkan tanah-tanah bebatuan
Menumbuhkan tanaman-tanaman di halaman
Meskipun keringat ini mengucur di tubuh
Walau ada lelah bukan karena kalah
Walau rebah itu bukan tanda menyerah
Karena perjumpaannya bisa menjadi gairah
Saatnya kehidupan diisi bukan dengan cara lari-lari
Sebab puncak dari kasih sayang adalah berbakti.


OmaH27 Pancoran, 11 November 2017
Anton Daryanto

back to top