Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Saling menghormati saja di bulan puasa

Saling menghormati saja di bulan puasa

Selamat datang Ramadhan. Puasa bagi umat Islam adalah kewajiban karena merupakan bagian rukun iman ke tiga setelah sholat. Kewajiban ini mengikat bagi yang mengaku beragama Islam. Baik mereka yang setuju dengan hukum Islam atau tidak.Kewajiban ini mengikat semua yang sudah aqil baliq. Kalau orang Islam tidak berpuasa di bulan Ramadhan, tentunya ia akan berurusan secara hukum dengan tuhan yang diyakininya.

Ibadah puasa setiap bulan Ramadhan ini, tentu tidak layak untuk digugat karena merupakan perintah tuhan yang jelas dalam nash-nash Al-qur'an dan hadis nabi, namun, sesungguhnya kita bisa memahami bahwa  hukum ini memberikan kita kesimpulan secara sosiologis dan budaya. Adalah jelas, bahwa puasa merupakan upaya menahan diri dari semua hal yang tidak baik dalam takaran fisik dan rohani -yang dari keduanya berimplikasi terhadap tatanan sosial dan budaya.

Nilai-nilai sosial menjadi terjaga ketika kebencian seseorang terhadap sesama, misalnya, menjadi tertahan dan berubah menjadi menyayangi dan menghormati. Puasa dalam konsep tuhan seperti ini tentunya, bukan sekedar perkara menahan rasa lapar dan dahaga. Ia menjaga kita dan sekaligus membentuk habitus yang harmonis.

Tentu saja, kita tidak bisa sepakat terhadap pendapat yang dipaksakan secara sepihak melalui kekuasaan, bahwa orang lain yang tidak berpuasa harus menghormati orang yang berpuasa. Pendapat itu, meskipun sesungguhnya juga tidak salah, tetapi aroma politisnya menjadikannya bias dari tujuan utuhnya. Bahwa puasa adalah untuk menjadikan umat Islam menjadi masyarakat tauladan.

Perihal hormat-menghormati, tentunya adalah lazim terjadi di kedua sisi -agar menghadirkan kesimbangan. Orang puasa harus menghormati mereka yang tidak puasa, dan sebaliknya, orang yang tidak berpuasa harus menghormati mereka yang tengah berpuasa. Pada intinya, sebenarnya, jika tidak ada orang yang saling meghormati, puasa tetap saja sebagai hukum yang pasti harus dijalankan. Tetapi, secara sosial pasti akan menyulut kekisruhan.

Jadi, alangkah indahnya ketika, semua masyarakat memahami bahwa hormat menghormati itu merupakan sikap toleran dan menjadi keniscayaan agar tercipta keseimbangan dan kedamaian. Baik itu di bulan biasa atau pun Ramadhan. Selamat berpuasa bagi umat Islam. Tuhan memberkati Anda.

back to top