Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Saling menghormati saja di bulan puasa

Saling menghormati saja di bulan puasa

Selamat datang Ramadhan. Puasa bagi umat Islam adalah kewajiban karena merupakan bagian rukun iman ke tiga setelah sholat. Kewajiban ini mengikat bagi yang mengaku beragama Islam. Baik mereka yang setuju dengan hukum Islam atau tidak.Kewajiban ini mengikat semua yang sudah aqil baliq. Kalau orang Islam tidak berpuasa di bulan Ramadhan, tentunya ia akan berurusan secara hukum dengan tuhan yang diyakininya.

Ibadah puasa setiap bulan Ramadhan ini, tentu tidak layak untuk digugat karena merupakan perintah tuhan yang jelas dalam nash-nash Al-qur'an dan hadis nabi, namun, sesungguhnya kita bisa memahami bahwa  hukum ini memberikan kita kesimpulan secara sosiologis dan budaya. Adalah jelas, bahwa puasa merupakan upaya menahan diri dari semua hal yang tidak baik dalam takaran fisik dan rohani -yang dari keduanya berimplikasi terhadap tatanan sosial dan budaya.

Nilai-nilai sosial menjadi terjaga ketika kebencian seseorang terhadap sesama, misalnya, menjadi tertahan dan berubah menjadi menyayangi dan menghormati. Puasa dalam konsep tuhan seperti ini tentunya, bukan sekedar perkara menahan rasa lapar dan dahaga. Ia menjaga kita dan sekaligus membentuk habitus yang harmonis.

Tentu saja, kita tidak bisa sepakat terhadap pendapat yang dipaksakan secara sepihak melalui kekuasaan, bahwa orang lain yang tidak berpuasa harus menghormati orang yang berpuasa. Pendapat itu, meskipun sesungguhnya juga tidak salah, tetapi aroma politisnya menjadikannya bias dari tujuan utuhnya. Bahwa puasa adalah untuk menjadikan umat Islam menjadi masyarakat tauladan.

Perihal hormat-menghormati, tentunya adalah lazim terjadi di kedua sisi -agar menghadirkan kesimbangan. Orang puasa harus menghormati mereka yang tidak puasa, dan sebaliknya, orang yang tidak berpuasa harus menghormati mereka yang tengah berpuasa. Pada intinya, sebenarnya, jika tidak ada orang yang saling meghormati, puasa tetap saja sebagai hukum yang pasti harus dijalankan. Tetapi, secara sosial pasti akan menyulut kekisruhan.

Jadi, alangkah indahnya ketika, semua masyarakat memahami bahwa hormat menghormati itu merupakan sikap toleran dan menjadi keniscayaan agar tercipta keseimbangan dan kedamaian. Baik itu di bulan biasa atau pun Ramadhan. Selamat berpuasa bagi umat Islam. Tuhan memberkati Anda.

back to top