Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Presiden Jokowi, mari kita rebut kembali Freeport

Presiden Jokowi, mari kita rebut kembali Freeport

Ada kabar baik bagi bangsa Indonesia, meskipun nilai rupiah di hari ini (18/11) melemah kembali menjadi Rp.13.800; per dolar AS. Kabar baik itu adalah tekad Presiden Jokowi untuk ngotot meminta PT. Freeport untuk mengikuti keinginan pemerintah melakukan perbaikan kontrak.

Saat ini cadangan emas yang dikelola PT. Freeport mencapai 16 juta kilogram. Sementara emas milik Indonesia sendiri yang disimpan BI hanya sejumlah 100.000 kilogram.

"Silakan saja kalau seandainya Freeport mau ngotot tidak mau penuhi permintaan presiden. Kalau itu dilakukan, kembalikan (kontrak karya)," kata Rizal Ramli di Jakarta, Rabu (18/11).

Bila itu benar bisa dilakukan pemerintah saat ini, tentu rakyat Indonesia akan sangat berterima kasih dengan pemerintahan Jokowi. Karena selama ini, selain Presiden Soekarno, belum ada Presiden Indonesia yang berniat melakukan itu.

Saat ini pemegang saham Freeport adalah Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (AS) – 81,28%, Pemerintah Indonesia – 9,36%, PT. Indocopper Investama – 9,36%. Selebihnya Indonesia hanya mendapatkan pajak dari usaha tersebut. Setidaknya selama tahun 1992 hingga 2004 Freeport telah menyetor ke Indonesia sejumlah 1 miliar dolar AS. Meskipun jumlah itu dinilai lumayan besar, namun tentu tidak seberapa bila Indonesia mendapatkan jatah saham yang jauh lebih besar.

Tentu tuntutan itu bukan perkara yang mudah, mengingat PT. Freeport sudah terbiasa mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Pada masa Orde Lama, ketika John F Kennedy menjadi Presiden AS dan menjalin hubungan baik dengan Soekarno, orang-orang yang memilik kepentingan dengan tambang Freeport merasa gerah dan resisten terhadap kebijakan Kennedy yang berjanji tidak mengutik-utik tambang emas tersebut dan sekaligus akan memberikan pinjaman terhadap Indonesia.

Memang tidak ada yang mampu membuktikan -atau setidaknya berniat membuktikan apakah ada hubungan antara tewasnya Kennedy tertembak oleh seorang yang tidak dikenal ketika tengah berpawai dengan kebijakannya untuk Indonesia. Namun, jelasnya, setelah Presiden Kennedy tewas, semua perjanjian dengan Indonesia tiba-tiba batal. Beberapa tahun kemudian, tiba-tiba pula PKI memberontak di tahun 1965 dan disusul diterimanya kontrak Freeport di tahun 1967.

Di luar cerita itu semua, niat pemerintah yang ingin tegas dalam mensikapi PT. Freeport adalah kabar baik dan harus didukung sepenuhnya oleh rakyat Indonesia. Perbaikan kontrak karya atau putus kontrak dengan PT Freeport tentu kita harapkan akan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia, terutama masyarakat Papua yang selama ini justru terpinggirkan diantara kekayaan buminya.

Jadi, Presiden Jokowi, mari kita rebut kembali Freeport!

back to top