Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pelajaran dari PAN adalah jangan konyol

Pelajaran dari PAN adalah jangan konyol

Secara mengejutkan, Partai Amanat Nasional (PAN) meloncat dari kubu Koalisi Merah Putih ke Koalisi Indonesia Hebat. Keputusan Ketua Umum Partai ini Zulkifli Hasan kemudian juga direstui oleh pendirinya Amin Rais (3/9).
Keputusan PAN ini secara permukaan memperlihatkan kegaduhan dan pelbagai reaksi dari tokoh-tokoh partai sekutunya dari awal, seperti menyebut berkhianat dan sebagainya.

Lebih gaduh lagi bila kita masuk dalam wilayah dunia maya yang sesungguhnya merupakan medan perang abadi dari pelbagai kepentingan politik antara kubu pro Prabowo dan Jokowi.

Hujatan dan cacian pun yang ditujukan kepan Amin Rais, Zulkifli Hasan dan PAN sendiri bertebaran di dinding-dinding facebook dan media sosial lain.

Realitas politik yang terjadi sekarang seperti fenomena meloncatnya PAN dari basis koalisi ke koalisi lainnya tentu sebenarnya menjadi pelajaran bagi masyarakat. Bahwa dalam politik tidak ada musuh dan kawan abadi -yang abadi hanyalah kepentingan. Baik kepentingan kekuasaan atau memang benar demi kepentingan bangsa.

Fenomena PAN tentu tidak sendiri, hal yang sama juga dilakukan oleh banyak elit politik secara personal maupun partai baik di masa lalu, kini dan yang akan datang.

Dengan demikian permusuhan nyaris abadi yang diperlihatkan para pendukung partai dan tokoh politik di media sosial maupun dunia nyata dengan demikian juga berarti kesia-siaan.

Untuk itu, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan kekonyolan dengan menebar emosi saling gontok antar masyarakat yang memiliki kepentingan yang sama sebagai rakyat dan bangsa. Hanya demi mendukung buta seorang tokoh dan partai. Sebaiknya kita mengambil pelajaran itu agar tidak konyol.

Tentu saja, hal ini juga menjadi tanggung jawab partai dan elit politik untuk memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat. Lebih jauh lagi memberikan jaminan agar masyarakat hidup dalam perdamaian dan sejahtera. Dan bila itu tidak dilakukan, artinya kita memang hidup di antara kekonyolan yang konsisten.

back to top