Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Negara harus tingkatkan anggaran alutsista dan kesejahteraan TNI

Negara harus tingkatkan anggaran alutsista dan kesejahteraan TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) 5 Oktober ini genap berusia 70 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah intitusi di dalam negara. Usia ini juga persis dimana bangsa Indonesia mencapai usia yang sama dalam kemerdekaanya.

Tentara merupakan bagian terpenting di dalam sebuah negara, dimana para ksatrianya merupakan garda depan dalam konteks pertahanan nasional. Secara harafiah, tentara merupakan benteng hidup yang harus rela mati demi kedaulatan dan kemuliaan bangsanya. Bisa kita bayangkan, sebuah bangsa dengan negaranya, tanpa tentara yang kuat tentu akan sangat mudah dikuasai oleh bangsa lain yang ingin menguasai bangsa lain.

Banyak hal telah terjadi dengan TNI selama 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Dalam dinamika politik, di masa lalu, TNI pernah terjebak dalam sebuah parsialitas politik yang tendesius. Namun, setelah masa reformasi, TNI membangun kesepakatan dalam komitmen demokrasi. TNI menjadi institusi yang profesional dalam jalinan politik demokrasi.

Kesadaran membangun demokrasi yang menempatkan diri TNI secara demokratis dalam bagian negara Republik Indonesia, tentu sangat dan harus diapresiasi oleh rakyat Indonesia. Apresiasi itu tentu juga harus berupa sikap dan tindakan yang proposional.

Bentuk apresiasi yang riil adalah memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap kebutuhan TNI. Anggaran bagi kebutuhan alutsista (sistem persenjataan) yang memadai dan kesejahteraan bagi para anggota TNI yang baik merupakan salah satu bentuk apresiasi yang protektif.

Kita harus sadar, bahwa menjadi anggota TNI adalah berarti kontrak mati demi bangsa dan negara. Memberikan anggaran untuk kebutuhan alutsista yang modern dan memadai serta kesehteraan para anggotanya menjadi wajib hukumnya. Dengan anggaran alutsista dan kesejahteraan bagi anggota TNI yang baik juga berarti negara melindungi rakyatnya.

Pada sisi lain, TNI tentu juga harus terus berbenah secara internal agar mampu seiring dalam proses dinamika politik nasional dan internasional yang terus berkembang. Dengan itu semua, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan memiliki wibawa. Dirgahayu TNI, maju terus demi bangsa dan negara! 

back to top