Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Negara harus tingkatkan anggaran alutsista dan kesejahteraan TNI

Negara harus tingkatkan anggaran alutsista dan kesejahteraan TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) 5 Oktober ini genap berusia 70 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah intitusi di dalam negara. Usia ini juga persis dimana bangsa Indonesia mencapai usia yang sama dalam kemerdekaanya.

Tentara merupakan bagian terpenting di dalam sebuah negara, dimana para ksatrianya merupakan garda depan dalam konteks pertahanan nasional. Secara harafiah, tentara merupakan benteng hidup yang harus rela mati demi kedaulatan dan kemuliaan bangsanya. Bisa kita bayangkan, sebuah bangsa dengan negaranya, tanpa tentara yang kuat tentu akan sangat mudah dikuasai oleh bangsa lain yang ingin menguasai bangsa lain.

Banyak hal telah terjadi dengan TNI selama 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Dalam dinamika politik, di masa lalu, TNI pernah terjebak dalam sebuah parsialitas politik yang tendesius. Namun, setelah masa reformasi, TNI membangun kesepakatan dalam komitmen demokrasi. TNI menjadi institusi yang profesional dalam jalinan politik demokrasi.

Kesadaran membangun demokrasi yang menempatkan diri TNI secara demokratis dalam bagian negara Republik Indonesia, tentu sangat dan harus diapresiasi oleh rakyat Indonesia. Apresiasi itu tentu juga harus berupa sikap dan tindakan yang proposional.

Bentuk apresiasi yang riil adalah memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap kebutuhan TNI. Anggaran bagi kebutuhan alutsista (sistem persenjataan) yang memadai dan kesejahteraan bagi para anggota TNI yang baik merupakan salah satu bentuk apresiasi yang protektif.

Kita harus sadar, bahwa menjadi anggota TNI adalah berarti kontrak mati demi bangsa dan negara. Memberikan anggaran untuk kebutuhan alutsista yang modern dan memadai serta kesehteraan para anggotanya menjadi wajib hukumnya. Dengan anggaran alutsista dan kesejahteraan bagi anggota TNI yang baik juga berarti negara melindungi rakyatnya.

Pada sisi lain, TNI tentu juga harus terus berbenah secara internal agar mampu seiring dalam proses dinamika politik nasional dan internasional yang terus berkembang. Dengan itu semua, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan memiliki wibawa. Dirgahayu TNI, maju terus demi bangsa dan negara! 

back to top