Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Menciptakan lapangan kerja di sektor informal

Menciptakan lapangan kerja di sektor informal

Pemerintah Jokowi, Kamis, 9 September 2015 mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang disebut sebagai Paket Ekonomi September I. Paket kebijakan ini di antaranya adalah memberikan kemudahan bagi berkembangnya usaha kecil menengah (UKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Paket ini bertujuan untuk membangun pertahanan ekonomi berbasis ekonomi mikro atau sektor informal atau riil. Sektor ini pada dasarnya merupakan basis ekonomi yang mampu memberikan peyangga bagi kekuatan ekonomi nasional.

Sektor ekonomi informal pada dasarnya jika berkembang dengan baik akan memperingan atau mengurangi beban negara terhadap tuntutan ketenagakerjaan di Indonesia yang masih banyak tidak mendapatkan ruang.
Kita bisa membayangkan bila ada 1 juta usaha kecil menengah hidup dan masing-masing mampu menyerap 5-10 tenaga kerja, artinya kita memiliki 5-10 juta pekerja aktif. Jumlah ini tentu sangat signifikan mengingat jumlah penganggur terbuka kita saat ini berjumlah 7,4 juta orang (Data BPS, Februari 2015) dengan pertambahan sekitar 300 ribu orang dari 2014-2015.

Bila data itu benar, maka mendukung total berkembangnya Usaha kecil Menengah (UKM) adalah kewajiban pemerintah untuk memberikan kemudahan kredit usaha bagi masyarakat. Karena dengan adanya 1 juta usaha kecil menengah yang menyerap 5-10 tenaga kerja sudah menutup angka pengangguran versi BPS tersebut. Namun, di sisi lain, tentu, pemerintah dan masyarakat harus memastikan bahwa paket kebijakan ekonomi tersebut, terutama paket untuk usaha kecil berjalan dengan lancar dan adil distribusinya.

Dalam banyak kasus, masyarakat masih sulit mengakses modal (KUR) melalui bank-bank yang ditunjuk pemerintah karena bank-bank tersebut masih sering menjadikan program-program KUR sebagai alat mendapatkan keuntungan bank semata.

Pola pikir ini tentu harus segera diubah oleh bank-bank penyalur kredit dan menjadikan program KUR sebagai program yang bersifat sosial dengan memberikan pendampingan sebaik mungkin, agar program ekonomi pemerintah berjalan dengan baik. 

back to top