Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kesalahan memandang keberagaman di Indonesia

foto: dicts.info foto: dicts.info

Bayi terlahir, tumbuh sebagai manusia, dan meyakini kebenaran-kebenaran tentang banyak hal termasuk agama dan Tuhannya. Indonesia memiliki ratusan ribu bayi terlahir setiap hari yang belajar tentang berbagai kebenaran tersebut. Sebagian mempelajari kebenaran dari sisi etnisitas, sebagian sisi keagamaan, atau kombinasi antara keduanya. Geografis dan historis kebudayaan menyebabkan bangsa ini memiliki 400 lebih etnis dan 5 agama besar selain kepercayaan-kepercayaan lain terhadap Tuhan. Oleh karenanya menolak fakta keberagaman tersebut adalah kesalahan.

Kesalahan karena sikap merasa paling benar, sedang kelompok lain salah, berlumur dosa dan pantas dikutuk. Jika telah terjangkiti sikap tersebut, maka perbedaan adalah nestapa. Batin akan terus menyalahkan, terus terhantui oleh kebencian, dan terus terpancar kegarangan dalam wajah-wajahnya.

Sedangkan dalam Al Quran pun, kitab Islam, disampaikan bahwa tidaklah Tuhan menciptakan manusia itu kedalam suku-suku dan bangsa-bangsa dengan tujuan, yaitu saling mengenal. Istilah saling mengenal tidak sama dengan saling membenci. Saling mengenal kebaikan masing-masing, keunikan masing-masing.

Tentang kebenaran hakiki itu hanya milik Tuhan Yang Maha Tahu. Manusia, berupaya menggunakan pengetahuannya tentang kebenaran untuk menjadi pemimpin yang memelihara lingkungannya.

Hari ini, 25 Desember, umat Kristiani merayakan Hari Natal. Memperingati kelahir Yesus. Mereka memahami kebenaran keagamaannya. Ada pada konsep keberagaman Indonesia yang telah menjadi hukum alam, sebagai sunatullah, maka perayaan tersebut menjadi indah ketika berjalan damai dan kekeluargaan.

Seluruh pihak, bagian dari bangsa ini, memiliki kewajiban agar menjaga keberagaman tersebut. Tujuannya adalah kehormatan sebagai bangsa yang berperadaban tinggi, dan tentu sebagai ibadah dalam kehidupan manusia.

back to top