Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kesalahan memandang keberagaman di Indonesia

foto: dicts.info foto: dicts.info

Bayi terlahir, tumbuh sebagai manusia, dan meyakini kebenaran-kebenaran tentang banyak hal termasuk agama dan Tuhannya. Indonesia memiliki ratusan ribu bayi terlahir setiap hari yang belajar tentang berbagai kebenaran tersebut. Sebagian mempelajari kebenaran dari sisi etnisitas, sebagian sisi keagamaan, atau kombinasi antara keduanya. Geografis dan historis kebudayaan menyebabkan bangsa ini memiliki 400 lebih etnis dan 5 agama besar selain kepercayaan-kepercayaan lain terhadap Tuhan. Oleh karenanya menolak fakta keberagaman tersebut adalah kesalahan.

Kesalahan karena sikap merasa paling benar, sedang kelompok lain salah, berlumur dosa dan pantas dikutuk. Jika telah terjangkiti sikap tersebut, maka perbedaan adalah nestapa. Batin akan terus menyalahkan, terus terhantui oleh kebencian, dan terus terpancar kegarangan dalam wajah-wajahnya.

Sedangkan dalam Al Quran pun, kitab Islam, disampaikan bahwa tidaklah Tuhan menciptakan manusia itu kedalam suku-suku dan bangsa-bangsa dengan tujuan, yaitu saling mengenal. Istilah saling mengenal tidak sama dengan saling membenci. Saling mengenal kebaikan masing-masing, keunikan masing-masing.

Tentang kebenaran hakiki itu hanya milik Tuhan Yang Maha Tahu. Manusia, berupaya menggunakan pengetahuannya tentang kebenaran untuk menjadi pemimpin yang memelihara lingkungannya.

Hari ini, 25 Desember, umat Kristiani merayakan Hari Natal. Memperingati kelahir Yesus. Mereka memahami kebenaran keagamaannya. Ada pada konsep keberagaman Indonesia yang telah menjadi hukum alam, sebagai sunatullah, maka perayaan tersebut menjadi indah ketika berjalan damai dan kekeluargaan.

Seluruh pihak, bagian dari bangsa ini, memiliki kewajiban agar menjaga keberagaman tersebut. Tujuannya adalah kehormatan sebagai bangsa yang berperadaban tinggi, dan tentu sebagai ibadah dalam kehidupan manusia.

back to top