Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Jika LGBT berpolitik

Jika LGBT berpolitik

Lesbian Gay Bisex and Transgender (LGBT) menyeruak ruang publik dengan isu hak asasi manusia (HAM). Ruang publik riuh antara kelompok pro dan kontra. Kelompok LGBT secara radikal menyeru adanya undang-undang pengesyahan pernikahan LGBT. Tentu seruan ini mendapatkan tentangan kuat dari masyarakat luas Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membuat undang-undang terkait LGBT. Tentu saja alasan penolakan tersebut berdasar pada fungsi keluarga salah satunya adalah fungsi reproduksi atau menciptakan keturunan. Sedangkan LGBT tidak akan pernah mampu melakukan fungsi reproduksi tersebut.

Dana asing mengalir ke kelompok-kelompok LGBT sebut saja komunitas Gaya Nusantara yang memperoleh aliran dana asing untuk kampanye dan advokasi pengakuan LGBT di Indonesia. Milyaran rupiah mengalir untuk kegiatan kampanye dan advokasi ini. Pada fakta ini, LGBT melakukan gerakan politik global. Tidak hanya bergerak di Indonesia namun seluruh negara dunia.

Apakah LGBT tidak boleh ada dalam kehidupan manusia? Secara sosiologis, LGBT adalah realitas yang hadir dan tidak bisa tertolak. Hal ini sesungguhnya sudah dipahami oleh masyarakat Indonesia. Para LGBT bisa hadir di televisi dan berbagai acara publik. Tidak ada penolakan. Akan tetapi ketika LGBT mulai melakukan gerakan politik, secara alami norma sosial umum akan meresponnya.

Gerakan politik tidak hanya merupakan wujud keinginan pengakuan namun mempengaruhi struktur sosial dan budaya. Hal inilah yang tampaknya ditolak oleh masyarakat Indonesia. Kalangan LGBT perlu lebih arif dan peka pada konteks keindonesiaan.

back to top