Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Agama dalam rantai kekuasan politik

Agama dalam rantai kekuasan politik

Agama menciptakan struktur kesadaran. Artinya, agama melalui teks-teks sucinya membentuk tingkah laku para penganutnya. Fakta sosiologis inilah yang menyebabkan agama berada dalam rantai politik. Agama menjadi tawanan kekuasaan, menjadi budak yang dieksploitasi oleh hasrat-hasrat kekuasaan.

Kekuasaan manapun dalam sejarah peradaban dunia memanfaatkan agama sebagai alat untuk menciptakan dukungan, kesetiaan dan mobilisasi kolektif. Para elite yang telah berkuasa dalam struktur politik menjadikan agama sebagai cara menundukkan secara halus. Sedangkan elite yang belum berkuasa, menggunakan agama sebagai alat mobilisasi merebut kekuasaan.

Pada konteks masyarakat Indonesia dan setiap level kekuasaan, agama berada dalam rantai kekuasaan politik. Fenomena ini bukan hal baru, bukan hanya di Indonesia. Pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 baru saja dimenangkan seorang fasis dan rasis yang menggunakan agama untuk memobilisasi dukungan. Indonesia, sebagian masyarakat pun berada dalam fenomena tidak jauh berbeda.

Maka agama telah direndahkan sedemikian rupa. Agama secara ideal adalah substansi kehidupan yang bisa memberi gambaran tentang baik (maslahat) dan buruk (madharat) tanpa dikorbankan sebagai alat mereka, para elite, yang ingin berkuasa. Itu kejahatan besar. 

Bagaimana cara menyelamatkan agama dari rantai kekuasaan politik? Gagasan Nur Cholish Madjid tentang Islam Yes, Partai Islam No, merupakan salah satu alternatif jawaban tersebut. Sama halnya dengan agama lain pun berlaku hal yang sama. Seperti Kristen Yes, Partai Kristen No, Budha Yes, Partai Budha No! 

Agama bisa hadir dalam setiap ruang dan waktu. Bisa mengkritik kekuasaan, bisa menguatkan pembangunan, namun tidak sampai dikotori dalam lumpur perebutan kekuasaan. Agama merupakan kebaikan untuk kehidupan.

back to top