Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

100 juta Bela Negara bakal bebani APBN

100 juta Bela Negara bakal bebani APBN

Gagasan Bela Negara dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu, banyak menuai kritik masyarakat. Sebagaian masyarakat menilai bahwa program Bela Negara yang melibatkan semua masyarakat hingga usia 50 tahun terlalu diada-adakan dan terkesan sarat kepentingan.

Sebelumnya, Ryamizard Ryacudu, dalam kesempatan HUT 25 SMU Nusantara di Magelang (12/8), menyampaikan gagasan Bela Negara dengan target 100 juta orang. Gagasan itu kemudian disampaikan kembali beberapa waktu lalu dengan penekanan wajib mendaftar mulai 19 Oktober 2015.

Bela Negara, menurut Ryamizard Ryacudu merupakan bentuk cinta tanah air warga negara Republik Indonesia. Siapa yang tidak mau ikut Bela Negara, silakan hengkang dari NKRI, tegas Ryamizard Ryacudu.

Hampir semua warga masyarakat sepakat bahwa sebagai warga negara Republik Indonesia, bela negara merupakan komitmen dan ekspresi dari rasa nasionalisme ketika bangsa Indonesia dalam posisi terancam dan dihinakan oleh sitausi dan bangsa lain. Namun, apakah Bela Negara yang wajib itu menjadi begitu mendesak, sementara bangsa Indonesia belum mendapatkan ancaman peperangan.

Saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk 253.609.643 dengan jumlah personil aktif 476.000 dan personil aktif Reserve: 400.000. Kekuatan ini menjadi terbesar di kawasan ASEAN. Bila kemudian ditambah dengan kekuatan cadangan dari unsur Bela Negara yang ditargetkan 100 juta orang, maka jumlah itu bisa menjadi terbesar di dunia dan tentu saja akan memakan banyak anggaran negara.

Di sisi lain, negara telah memiliki tentara yang semuanya dibayar dari uang rakyat seumur hidup dan berkewajiban melindungi bangsa dan negara Indonesia dan di dalamnya adalah masyarakat sipil. Posisi mereka ini tentu yang semestinya diutamakan untuk berangkat perang dan untuk itu harus ditingkatkan kualitasnya agar mampu menjaga bangsa dan negara sepenuh hati.

Dalam kondisi negara yang tengah prihatin dengan tumpukan hutang yang membebani masyarakat, seharusnya pemerintah tidak membuat program yang dinilai semakin membebani masyarakat dengan proyek yang ambisius. Belum lagi efek psikologi dan sosiologis yang akan terjadi ketika masyarakat sipil berubah menjadi milisi-milisi. program Bela Negara yang seharusnya menjadi bentuk rasa cinta terhadap bangsanya bisa memecah belah akibat konflik yang muncul diantara milisi-milisi yang lahir dan kerap terjadi di Indonesia.

Sebaiknya pemerintah menimbang ulang kebijakan dari program Bela Negara ini.

back to top