Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Kaum pria tiga kali lebih sukses bunuh diri ketimbang wanita

Kaum pria tiga kali lebih sukses bunuh diri ketimbang wanita

Sleman-KoPi| Ahli Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Dr Sardjito, Dr.dr Carla Raymondalexas Marchira ,SpKJ mengatakan tingkat keberhasilan laki-laki untuk bunuh diri tiga kali lebih besar dibandingkan kaum hawa.

"Datanya sendiri itu berasal dari seluruh dunia, dan itu sudah terbukti seperti di Gunungkidul bahwa laki-laki lebih banyak melakukan bunuh diri ,walau kita belum tahu angka pasti jumlah pelaku bunuh dirinya,"saat mengisi talkshow dengan tema 'Fenomena Bunuh Diri' di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM,Selasa (22/8)

Dr. Carla pun menjelaskan keberhasilan ini disebabkan karakter pria yang lebih berani memutuskan untuk bunuh diri. Pria sendiri cenderung lebih agresif dan tegas dalam mengambil keputusan bunuh diri dibandingkan perempuan.

Kaum hawa sendiri cenderung memiliki lebih banyak keraguan saat mengambil keputusan . Sehingga kaum hawa lebih tinggi angka percobaan bunuh diri dibandingkan angka bunuh dirinya.

"Laki -laki ini mengedepankan logika dan ketegasan dalam mengambil keputusan ,sementara perempuan lebih banyak ke batin dan kurang begitu tegas ,sehingga keberhasilan bunuh diri Perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki,"tuturnya

Tak hanya faktor ketetapan hati dan niat, dr. Carla juga mengatakan instrumen bunuh diri laki-laki lebih mematikan dibandingkan perempuan.

Laki-laki lebih memilih menggunakan cara dan alat bunuh diri seperti pedang/ silet untuk mengiris nadi (self Cutting), menembak diri menggunakan pistol,gantung diri dan Loncat dari ketinggian.

Sementara kaum hawa lebih memilih metode menenggak racun dengan obat pengusir nyamuk dan memotong nadi dengan silet.

"Mereka (perempuan) saat memotong nadi biasanya tidak terlalu dalam karena ragu-ragu dan cara menggunakan racun juga masih bisa ditolong jika tepat waktu,"ucapnya.

Dari pandangan Psikologis Klinis ,Ahli Psikologis Klinis ,RS Sardjito ,Dra. Sumarni,M.Kes. senada dengan statement dr Carla. Ia menambahkan kenyataanya tidak semua orang bisa melakukan bunuh diri. Orang-orang yang memiliki keberanian besar lebih berhasil melakukan bunuh diri dibandingkan orang yang hanya memiliki ide sepintas untuk bunuh diri.

"Jika semua alat untuk bunuh diri ada namun tidak ada keberanian untuk bunuh diri, maka ia (pelaku bunuh diri) tidak mungkin bisa untuk bunuh diri,"pungkasnya. | Syidiq Syaiful Ardli

back to top