Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

HIV AIDS perlu dipahami sejak dini

HIV AIDS perlu dipahami sejak dini

Bantul-KoPi| Kesehatan merupakan hal penting untuk dijaga oleh setiap manusia. Karena dengan menjaga kesehatan aktifitas masyarakat akan lebih produktif dan tidak akan terganggu.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Muhammadiyah Medical Students Activities (MMSA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) menyelenggarakan penyuluhan Awareness Day of HIV/AIDS dengan tema “Stop The Stigma And Give Them A Hug!” pada Minggu (19/11) di Amphitheater B FKIK UMY.

Acara tersebut diikuti oleh para siswa SMA/Sederajat se- DIY sebagai bentuk kepedulian dan menambah pemahaman tentang penyakit HIV AIDS.

Putri Khatulistiwa selaku narasumber dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Unala mengatakan bahwa penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit mematikan.

“Penyakit HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan bisa terjadi penularan. Proses penularannya yaitu dengan kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang di dalamnya terkandung HIV.

Contoh dari HIV yakni darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Penularan ini bisa terjadi pada saat seseorang berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, tranfusi darah dan ibu yang sedang menyusui,” papar Putri.

Putri menambahkan jiika virus HIV telah menyebar luas pada tubuh maka tingkatan yang paling parah adalah AIDS yang merupakan infeksi dari HIV.

“Jika HIV sudah berkembang menjadi AIDS, penderita akan mengalami berbagai masalah kesehatan dari tahap ringan hingga berat. Ketika sudah terkena virus HIV, penderita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu beberapa tahun untuk menajadi AIDS yang mematikan.

Orang yang telah mengidap AIDS akan menjadi pembawa dan penular selama hidupnya. Walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga merupakan penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang mencegah virus AIDS,” tandas Putri.

Hal senada disampaikan Dr. Bambang Sigit Riyanto, Sp.PD.KP selaku narasumber, ia menuturkan bahwa orang yamg terkena infeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau menghindarinya.

“Pada prosesnya penderita HIV AIDS harus kita rangkul dan tetap memberikan motivasi agar bisa normal kembali. Terutama peran keluarga sangat penting untuk tetap memeberikan perhatian lebih agar penderita lebih terbuka dalam mengungkapkan penyakitnya. Kemudian memberikan edukasi sejak dini juga harus dilakukan supaya kesadaran dan pemahaman tentang penyakit HIV AIDS tertanam hingga dewasa,” tandas Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar semakin sedikit orang terkena HIV.

“Hal paling utama adalah menghindari free sex sebisa mungkin, usahakan hanya melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan, memberikan vakisinanasi jika ibu hamil positif HIV agar bayi kemungkinan kecil terkena HIV.

Maka saya menekankan kepada semua orang harus tetap waspada terhadap virus HIV/AIDS dan perlu mengetahui gejala, dampak dan penularannya. Kemudian harapan saya edukasi semakin ditingkatkan baik bagi pemerintah maupun LSM dan tetap merangkul siapapun penderita HIV AIDS,” tutupnya. (Sumali)

back to top