Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Zulkifli Hasan: "Umat Islam masih rapuh dalam segi politik, ekonomi, sosial"

Zulkifli Hasan: "Umat Islam masih rapuh dalam segi politik, ekonomi, sosial"

Yogyakarta-KoPi|Konggres Umat Islam Indonesia VI 2015 bertempat di Yogyakarta. Konggres berlangsung selama tiga hari, 8-11 Februari 2015. Pada hari ketiga kelanjutan konggres Ketua MPR RI, Dr. H. Zulkifli Hasan, SE., MM berkesempatan memberikan sambutan.

Menurutnya tema Konggres kali ini “ Penguatan Peran Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban”, merupakan tema yang sangat inspiratif. Kelengkapan aspek kehidupan tersebut definisi pengurusan dan pelaksanaan di tangan negara dan umat.
Dalam uraiannya Zulkifli Hasan menuturkan beberapa poin penting. Posisi Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Namun posisi massifnya umat Islam Indonesia belum diimbangi dengan kuliatasnya. “Umat Islam sekarang masih berjuang mengejar ketertinggalan dalam banyak bidang baik ekonomi, politik, ekonomi dan sosial budaya yang berimplikasi pada peradaban bangsa”, terang Zulkifli Hasan.
Padahal umat Islam memiliki andil yang besar terhadap sejarah kemerdekaan Indonesia. Romansa masa lampau itu setidaknya mampu memberikan inspirasi peran umat Islam saat ini.

Dalam aspek politik umat Islam masih lemah. Hal ini terindikasi dari rapuhnya nilai-nilai Islam. “Penting bagi umat Islam menjadi role model integrasi pelaksanaan politik Indonesia”, tutur Zulkifli Hasan.

Selain politik, Zulkifli Hasan juga menyinggung ekonomi syariah. Zulkifli menyadari, populasi tertinggi umat Islam belum disertai dengan landasan ekonomi syariah. “Tantangan kita bersama berupa sistem kapitalistik dari dalam maupun luar negeri”.

Koreksi dari segi budaya pun turut dilotarkan, Zulkifli prihatin esensi kehidupan telah bergeser menuju kehampaan.
“Kita menuju era simbolisasi semu, spiritualitas yang hilang, berganti semangat konsumerisme dan pragmatisme”. |Winda Efanur FS|

back to top