Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Zara Fashion Menarik Piyama 'Holocaust' dari Pasaran

Zara Fashion Menarik Piyama 'Holocaust' dari Pasaran

Winda Efanur FS


London-KoPi, Raksasa fashion Zara menarik piyama bergaris bintang kuning pada seluruh toko setelah salah seorang user sosial media menyamakan mereka dengan seragam yang dikenakan oleh tahanan Yahudi di kamp tahanan pada Perang Dunia II.

 Pada T-shirt anak-anak menampilkan bintang kuning enam menunjuk, dengan kata “sherif” tertulis di bagian depan. Kemeja ini tersedia di retail Spanyol rantai belanja online Eropa dan Israel.


Jurnalis Israel Dimi Reider termasuk orang pertama yang mengakui kemiripannnya
Blogging on 972mag.com, dia mengatakan. Ini kemeja SHERIFF untuk anda yang berusia tiga tahun.
Tidakah ini, cukup mengingatkan anda?


Sejak kejadian itu Zara meminta maaf dan menarik item dari pasaran toko-toko.


Rabbi Dr Jonathan Romain, menteri dari Maidenhead Synagogue, mengatakan pada London telegraph, kemeja itu bisa sebuah kesalahan yang tidak disengaja tapi mengingatkan luka memori Holocaust.


 “Hal ini lebih berarti kebetulan daripada penghinaan yang disengaja. Karena kesalahan itu Zara secepatnya menarik produk”, kata Jonathan.


Hal ini bukan pertama kalinya Zara mengalami masalah. Pada September 2007, dia harus menarik tas dengan hiasan swastika di pertokoan Inggris.

back to top