Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Yusril: Ini negara hukum, Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan

Yusril: Ini negara hukum, Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan

KoPi| Yusril Ihza Mahendra yang menjadi lawyer bagi perusahaan pemilik Kapal MV Silver Sea II Thailand memberikan sanggahan terhadap tuduhan pihak Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan RI. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan politik.

Sanggahan itu menjawab pertanyaan apakah MV Silver Sea II merugikan negara RI. Yusril dalam twitternya menulis 17 sanggahan sebagai berikut:

1. Kapal tsb adalah kapal kargo yg membawa ikan dari Papua New Guinea (PNG). Bukti2 manifest muatan dari PNG lengkap

2. Sejak berangkat dari PNG kapal tsb tdk pernah masuk ke wilayah laut teritorial RI.

3. Kapal berlayar di melalui laut arafura bagian australia dan melintasi ZEE(Zona Economy Exlusive)  dari selatan TimTim, NTT, NTB, Bali

4. Selatan Jawa, barat Sumatra. Kapal ditangkap di kawasan ZEE dekat Sabang ketika akan melintas ke Phuket, Thailand

5. Mereka ditangkap bukan karena sedang mencuri ikan. Kapal tsb kapal kargo bukan kapal penangkap ikan

6. Kapal dikejar TNI AL karena radio panggilnya tdk menjawab panggilan kapal patroli TNI AL.

7. Tapi tdk ada kewajiban kapal yg melintasi ZEE utk menyalakan radio panggil. TNI tdk menemukan kesalahan apa2 .

8. Karena tdk temukan kesalahan yg menjadi kewenangan AL, kapal tsb diserahkan ke KKP utk disidik

9. KKP sdh lakukan penyidikan sejak agustus dan sdh serahkan berkas ke jaksa. Tapi jaksa kembalikan karena tdk cukup bukti

10. Bolak balik ke jaksa, bukti tak kunjung cukup. Padahal penyidikan harus rampung 30 hari. Pengadilan harus putus 30 hari juga

11. Karena kapal membawa ikan dr PNG dan kapal tdk pernah masuk ke laut teritorial RI, maka kapal tsb tdk timbulkan kerugian apapun bagi RI

12. Kalau KKP katakan kapal tsb mencuri ikan kekayaan laut RI dan melanggar kedaulatan RI, mrk wajib buktikan tuduhannya di pengadilan

13. KKP tdk perlu umbar pernyataan menuduh kapal tsb pencuri kalau mereka tdk bisa buktikan di pengadilan

14. Sudah lama kami mendesak KKP agar segera limpahkan perkara ini ke pengadilan biar pengadilan putuskan salah atau tidak

15. Tapi sampai hari ini Jaksa Penuntut Umum kembalikan lagi berkas ke KKP karena alat bukti tidak cukup
16. Negara kita negara hukum, karena itu jangan main2kan hukum untuk pencitraan. Hukum perlu bukti, bukan perlu dukungan politik

17. Lebih detil semua bukti penyanggah akan saya kemukakan di sidang. Kapan Bu Susi akan limpahkan perkara ini ke pengadilan? Saya tunggu..

back to top