Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Yusril: Ini negara hukum, Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan

Yusril: Ini negara hukum, Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan

KoPi| Yusril Ihza Mahendra yang menjadi lawyer bagi perusahaan pemilik Kapal MV Silver Sea II Thailand memberikan sanggahan terhadap tuduhan pihak Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan RI. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan politik.

Sanggahan itu menjawab pertanyaan apakah MV Silver Sea II merugikan negara RI. Yusril dalam twitternya menulis 17 sanggahan sebagai berikut:

1. Kapal tsb adalah kapal kargo yg membawa ikan dari Papua New Guinea (PNG). Bukti2 manifest muatan dari PNG lengkap

2. Sejak berangkat dari PNG kapal tsb tdk pernah masuk ke wilayah laut teritorial RI.

3. Kapal berlayar di melalui laut arafura bagian australia dan melintasi ZEE(Zona Economy Exlusive)  dari selatan TimTim, NTT, NTB, Bali

4. Selatan Jawa, barat Sumatra. Kapal ditangkap di kawasan ZEE dekat Sabang ketika akan melintas ke Phuket, Thailand

5. Mereka ditangkap bukan karena sedang mencuri ikan. Kapal tsb kapal kargo bukan kapal penangkap ikan

6. Kapal dikejar TNI AL karena radio panggilnya tdk menjawab panggilan kapal patroli TNI AL.

7. Tapi tdk ada kewajiban kapal yg melintasi ZEE utk menyalakan radio panggil. TNI tdk menemukan kesalahan apa2 .

8. Karena tdk temukan kesalahan yg menjadi kewenangan AL, kapal tsb diserahkan ke KKP utk disidik

9. KKP sdh lakukan penyidikan sejak agustus dan sdh serahkan berkas ke jaksa. Tapi jaksa kembalikan karena tdk cukup bukti

10. Bolak balik ke jaksa, bukti tak kunjung cukup. Padahal penyidikan harus rampung 30 hari. Pengadilan harus putus 30 hari juga

11. Karena kapal membawa ikan dr PNG dan kapal tdk pernah masuk ke laut teritorial RI, maka kapal tsb tdk timbulkan kerugian apapun bagi RI

12. Kalau KKP katakan kapal tsb mencuri ikan kekayaan laut RI dan melanggar kedaulatan RI, mrk wajib buktikan tuduhannya di pengadilan

13. KKP tdk perlu umbar pernyataan menuduh kapal tsb pencuri kalau mereka tdk bisa buktikan di pengadilan

14. Sudah lama kami mendesak KKP agar segera limpahkan perkara ini ke pengadilan biar pengadilan putuskan salah atau tidak

15. Tapi sampai hari ini Jaksa Penuntut Umum kembalikan lagi berkas ke KKP karena alat bukti tidak cukup
16. Negara kita negara hukum, karena itu jangan main2kan hukum untuk pencitraan. Hukum perlu bukti, bukan perlu dukungan politik

17. Lebih detil semua bukti penyanggah akan saya kemukakan di sidang. Kapan Bu Susi akan limpahkan perkara ini ke pengadilan? Saya tunggu..

back to top