Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

YouTube curi perhatian White House

YouTube curi perhatian White House

Amerika-KoPi, Perwakilan Partai Republik, Darrel Issa mengklaim bahwa email yang ia tinjau menunjukkan bahwa White House sudah berbicara kepada pihak YouTube, saat serangan teror terjadi di Benghazi, untuk memperingatkan situs web ini mengenai konsekuensi dari pemostingan sebuah video anti-islam.

Email tersebut juga menunjukkan bahwa White House sudah menghubungkan serangan yang terjadi dengan video tersebut sejak awal—walaupun awalnya mereka mengklaim bahwa serangan itu muncul sebagai protes atas sebuah film yang akhirnya tidak terbukti benar.


Menurut Issa, email tersebut dikirim pada pukul 9:11 malam ET pada tanggal 11 September kepada Pusat Komando Keamanan Diplomatik. Isi dari email tersebut adalah:”White House berbicara kepada pihak UTube untuk memberitahu akibat dari postingan video Pastor John.” Issa menyatakan bahwa email ini “bermasalah” karena ini “membantah” klaim White House bahwa kesalahan alur cerita dalam video itu disebabkan oleh poin pembicaraan komunitas intelijen.


Issa mendiskusikan isi email tersebut saat Majelis memilih panitia yang disiapkan untuk meluncurkan investigasinya pada kasus serangan Benghazi pada tahun 2012 beserta akibat yang ditimbulkan dari serangan tersebut. Mendahului kerja panitia tersebut, Issa telah memanggil Sekretaris Negara John Kerry untuk menghadap sebelum House Oversight dan Government Reform Committee minggu depan.


Issa memiliki banyak pertanyaan mengenai email tersebut, ketika email yang muncul sebelumnya menunjukkan bahwa White House mengadakan “panggilan persiapan” setelah serangan—duta PBB Susan Rice yang dilibatkan dalam alur cerita video tersebut. Pihak White House mengklaim bahwa panggilan tersebut mengenai protes di lingkup daerah.


Salah seorang pejabat White House juga menyatakan kepada ABC News bahwa email tersebut hanya “membuktikan” apa yang sudah ditunjukkan oleh pihak pemerintahan—bahwa mereka mengkhawatirkan video yang menimbulkan protes di daerah.



(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com

back to top