Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

YouTube curi perhatian White House

YouTube curi perhatian White House

Amerika-KoPi, Perwakilan Partai Republik, Darrel Issa mengklaim bahwa email yang ia tinjau menunjukkan bahwa White House sudah berbicara kepada pihak YouTube, saat serangan teror terjadi di Benghazi, untuk memperingatkan situs web ini mengenai konsekuensi dari pemostingan sebuah video anti-islam.

Email tersebut juga menunjukkan bahwa White House sudah menghubungkan serangan yang terjadi dengan video tersebut sejak awal—walaupun awalnya mereka mengklaim bahwa serangan itu muncul sebagai protes atas sebuah film yang akhirnya tidak terbukti benar.


Menurut Issa, email tersebut dikirim pada pukul 9:11 malam ET pada tanggal 11 September kepada Pusat Komando Keamanan Diplomatik. Isi dari email tersebut adalah:”White House berbicara kepada pihak UTube untuk memberitahu akibat dari postingan video Pastor John.” Issa menyatakan bahwa email ini “bermasalah” karena ini “membantah” klaim White House bahwa kesalahan alur cerita dalam video itu disebabkan oleh poin pembicaraan komunitas intelijen.


Issa mendiskusikan isi email tersebut saat Majelis memilih panitia yang disiapkan untuk meluncurkan investigasinya pada kasus serangan Benghazi pada tahun 2012 beserta akibat yang ditimbulkan dari serangan tersebut. Mendahului kerja panitia tersebut, Issa telah memanggil Sekretaris Negara John Kerry untuk menghadap sebelum House Oversight dan Government Reform Committee minggu depan.


Issa memiliki banyak pertanyaan mengenai email tersebut, ketika email yang muncul sebelumnya menunjukkan bahwa White House mengadakan “panggilan persiapan” setelah serangan—duta PBB Susan Rice yang dilibatkan dalam alur cerita video tersebut. Pihak White House mengklaim bahwa panggilan tersebut mengenai protes di lingkup daerah.


Salah seorang pejabat White House juga menyatakan kepada ABC News bahwa email tersebut hanya “membuktikan” apa yang sudah ditunjukkan oleh pihak pemerintahan—bahwa mereka mengkhawatirkan video yang menimbulkan protes di daerah.



(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com

back to top