Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

YouTube curi perhatian White House

YouTube curi perhatian White House

Amerika-KoPi, Perwakilan Partai Republik, Darrel Issa mengklaim bahwa email yang ia tinjau menunjukkan bahwa White House sudah berbicara kepada pihak YouTube, saat serangan teror terjadi di Benghazi, untuk memperingatkan situs web ini mengenai konsekuensi dari pemostingan sebuah video anti-islam.

Email tersebut juga menunjukkan bahwa White House sudah menghubungkan serangan yang terjadi dengan video tersebut sejak awal—walaupun awalnya mereka mengklaim bahwa serangan itu muncul sebagai protes atas sebuah film yang akhirnya tidak terbukti benar.


Menurut Issa, email tersebut dikirim pada pukul 9:11 malam ET pada tanggal 11 September kepada Pusat Komando Keamanan Diplomatik. Isi dari email tersebut adalah:”White House berbicara kepada pihak UTube untuk memberitahu akibat dari postingan video Pastor John.” Issa menyatakan bahwa email ini “bermasalah” karena ini “membantah” klaim White House bahwa kesalahan alur cerita dalam video itu disebabkan oleh poin pembicaraan komunitas intelijen.


Issa mendiskusikan isi email tersebut saat Majelis memilih panitia yang disiapkan untuk meluncurkan investigasinya pada kasus serangan Benghazi pada tahun 2012 beserta akibat yang ditimbulkan dari serangan tersebut. Mendahului kerja panitia tersebut, Issa telah memanggil Sekretaris Negara John Kerry untuk menghadap sebelum House Oversight dan Government Reform Committee minggu depan.


Issa memiliki banyak pertanyaan mengenai email tersebut, ketika email yang muncul sebelumnya menunjukkan bahwa White House mengadakan “panggilan persiapan” setelah serangan—duta PBB Susan Rice yang dilibatkan dalam alur cerita video tersebut. Pihak White House mengklaim bahwa panggilan tersebut mengenai protes di lingkup daerah.


Salah seorang pejabat White House juga menyatakan kepada ABC News bahwa email tersebut hanya “membuktikan” apa yang sudah ditunjukkan oleh pihak pemerintahan—bahwa mereka mengkhawatirkan video yang menimbulkan protes di daerah.



(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com

back to top