Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

YouTube curi perhatian White House

YouTube curi perhatian White House

Amerika-KoPi, Perwakilan Partai Republik, Darrel Issa mengklaim bahwa email yang ia tinjau menunjukkan bahwa White House sudah berbicara kepada pihak YouTube, saat serangan teror terjadi di Benghazi, untuk memperingatkan situs web ini mengenai konsekuensi dari pemostingan sebuah video anti-islam.

Email tersebut juga menunjukkan bahwa White House sudah menghubungkan serangan yang terjadi dengan video tersebut sejak awal—walaupun awalnya mereka mengklaim bahwa serangan itu muncul sebagai protes atas sebuah film yang akhirnya tidak terbukti benar.


Menurut Issa, email tersebut dikirim pada pukul 9:11 malam ET pada tanggal 11 September kepada Pusat Komando Keamanan Diplomatik. Isi dari email tersebut adalah:”White House berbicara kepada pihak UTube untuk memberitahu akibat dari postingan video Pastor John.” Issa menyatakan bahwa email ini “bermasalah” karena ini “membantah” klaim White House bahwa kesalahan alur cerita dalam video itu disebabkan oleh poin pembicaraan komunitas intelijen.


Issa mendiskusikan isi email tersebut saat Majelis memilih panitia yang disiapkan untuk meluncurkan investigasinya pada kasus serangan Benghazi pada tahun 2012 beserta akibat yang ditimbulkan dari serangan tersebut. Mendahului kerja panitia tersebut, Issa telah memanggil Sekretaris Negara John Kerry untuk menghadap sebelum House Oversight dan Government Reform Committee minggu depan.


Issa memiliki banyak pertanyaan mengenai email tersebut, ketika email yang muncul sebelumnya menunjukkan bahwa White House mengadakan “panggilan persiapan” setelah serangan—duta PBB Susan Rice yang dilibatkan dalam alur cerita video tersebut. Pihak White House mengklaim bahwa panggilan tersebut mengenai protes di lingkup daerah.


Salah seorang pejabat White House juga menyatakan kepada ABC News bahwa email tersebut hanya “membuktikan” apa yang sudah ditunjukkan oleh pihak pemerintahan—bahwa mereka mengkhawatirkan video yang menimbulkan protes di daerah.



(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com

back to top