Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Yogyakarta mengalami inflasi akibat pemudik udara

Yogyakarta mengalami inflasi akibat pemudik udara

Bantul-KoPi|Badan Pusat Statistik(BPS) DIY me;aporkam bulan Juli Yogyakarta mengalami inflasi yang cukup signifikan. Kepala BPS DIY JB Priyono mengatakan Inflasi pada bulan Juli lalu sebesar 0,43 persen hingga menaikkan indeks harga Konsumen(IHK)127,18 persen.

"Hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada bulan Juli 2017, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,64 pada Juni 2017 menjadi 127,18 pada Juli 2017," ujar nya saat merelease data Pantuan BPS bulan Juli di Kantor BPS DIY, Selasa (1/8).

Berdasarkan pemaparan data IHK BPS, dar 82 kota, terhitung 59 kota termasuk Yogyakarta mengalami inflasi dan 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44. Sedangkan Inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,01 persen.

Dan deflasi terbesar terjadi di Kota Merauke sebesar 1,50 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Metro dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,07 persen.

JB Priyono menjelaskan faktor penyebab inflasi di Yogyakarta karena harga komoditas yang naik saat,sebelum dan sesudah Ramadhan. Sementara dampak penyebab dari inflasi ini disebabkan oleh faktor Administer Price atau harga yang diatur pemerintah ,seperti Transportasi,Tarif Listrik,Angkutan,dan Pulsa.

"Inflasi Juli disebabkan karena saat ramadhan harga komoditas cenderung naik, penyebab inflasi itu ada empat berdasarkan administer pricenya yaitu transport, tarif listirk, angkutan dan pulsa, "jelasnya.

Ia melanjutkan ,komoditas yang paling mempengaruhi inflasi kali ini diantaranya adalah angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, biaya sekolah dasar, dan kelapa. Sedangkan komoditas yang menahan terjadinya inflasi adalah bawang putih, angkutan antar kota, daging ayam ras, daging sapi, dan tarif kereta api.

Mengenai angkutan udara,JB Priyono mengatakan inflasi terbesar disumbang oleh IHK Tarif Angkutan Udara sebesar 1,53 persen. Sementara IHK Komoditas lainnya rata-rata dibawah 1 persen.

"Ini juga mengikuti pola Bulan Ramadhan yaitu saat mudik, harga tiket masih tinggi, sharenya hingga 1,53 persen di IHK ,"kata JB Priyono.

Meski harga tiket pesawat tinggi namun tarif angkutan darat antar kota cenderung menurun. Sehingga Angkutan darat menahan sebagian besar laju inflasi yang disebabkan angkutan udara.

BPS sendiri akan terus memantau kenaikan Inflasi ini hingga nantinya diumumkan pada Bulan depan untuk melihat perubahan IHK setelah masa Mudik berakhir. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top