Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Yogyakarta harus punya sekolah ramah anak lebih banyak

Yogyakarta harus punya sekolah ramah anak lebih banyak

Jogja-KoPi|Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mendorong penambahan jumlah sekolah ramah anak di Kota Yogyakarya untuk mengatasi isu klitih, pembullyan,pelecehan seksual pada anak. Menurut Haryadi, saat ini terdapat 241 SD dan SMP dan hanya 20 yang bermodelkan sekolah ramah anak.

"Seharusnya semua sekolah harus ramah anak,bukan hanya 20 sekolah saja,"katanya saat diwawancarai di Balai kota,Selasa (6/6).

Haryadi menjelaskan pengembangan sekolah ramah anak ini bertujuan mewujudkan visi perlindungan dan pemenuhan hak anak. Sehingga harapannya sekolah ramah anak ini dapat mengentasi permasalahan seperti mencegah klitih,masuknya paham radikal atau terorisme,dan pelecehan seksual pada anak di kalangan pelajar Yogyakarta.

"Tiga pilar dalam sekolah yang meliputi satuan pendidikan, masyarakat dan pemerintah, harus bersinergi untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak,"tegasnya.

Sementara iti sekretaris dinas pendidikan, Budi Asrori mengatakan dari sisi satuan pendidikan, guru seharusnya juga ramah terhadap anak. Pasalnya masih ada temuan diskriminasi guru kepada muridnya.

"Melakukan diskrimanasi antara memprioritaskan anak yang lebih pintar dibandingkan anak yang bodoh itu masih terjadi," terang Budi.

Sedangkan Octo Nur Arafat, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Yogyakarta, menjelaskan perlu ada beberapa poin untuk mengembangkan sekolah biasa menjadi sekolah ramah anak.

Octo menyebutkan perlu penyediaan ruang menari, ruang olahraga, lapangan,dan ruang rekreasi agar anak dapat bermain. Ia juga menegaskan sekolah ramah anak ini juga harus aman dari segala ancaman yang selalu melekat pada anak-anak.

"Sekolah ramah anak, juga harus aman fasilitas,aman dari pembullyan, aman dari pelecehan seksual dan bebas dari ancaman obat-obat terlarang seperti psikotropika,dan narkoba lainnya,"tutur Octo.

Octo juga menjelaskan cara perlindungan lewat 5 sekolah yang sudah bermodelkan sekolah ramah anak,sekolah dapat memasang CCTV,papan peringatan,dan tanda pengamanan untuk anak.

"Tujuannya adalah menciptakan anak yang baik,sehat,peduli lingkungan dan aman dari segala ancaman,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top