Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Yogya semakin dingin, ini jawabannya

Yogya semakin dingin, ini jawabannya
Sleman-KoPi|Kepala Badan Metrologi Klimatologi Geofisika (BMKG) DIY Agus Sudaryatno mengungkapkan penyebab malam Yogyakarta yang terasa lebih dingin. Belakangan masyarakat Yogyakarta merasakan setiap malam suhu udara cenderung turun lebih dingin dari biasanya.
 
Agus mengatakan dinginnya malam ini menandakan masuknya musim pancaroba kemarau ke DIY.
 
"Dingin ini menandakan masuknya musim pancaroba kemarau ke DIY,"katanya saat ditemui di Stasiun Klimatologi Yogyakarta,Selasa (11/7).
 
Agus menuturkan suhu udara yang tercatat BMKG pada malam hari cenderung menurun secara signifikan dibandingkan siang hari. Pihaknya menghitung saat malam hari,suhu udara turun hingga dibawah 30 derajat celcius.
 
"Perkiraan dinginnya terhitung dibawah 30 derajat celcius, antara 26 dan 27 derajat celcius,"tutur Agus.
 
Turunnya udara ini dipengaruhi juga oleh langit cerah dimalam hari saat musim kemarau. Saat siang hari sinar matahari yang panas masuk ke permukaan bumi dan tidak keluar hingga menjelang malam.
 
Saat malam ,suhu panas tersebut keluar dari permukaan bumi. Dan jika langit malam tidak berawan maka pelepasan hawa panas cenderung lebih mudah. Permukaan bumi pun mengalami pendinginan yang cepat.
 
Akibatnya malam pun menjadi lebih dingin saat proses ini berlangsung. 
 
Agus mengimbuhkan musim kemarau kali ini terbilang cukup normal. Ia pun memperkirakan musim kemarau ini tahun ini akan berlanjut dari Mei hingga September.
 
"Musim kemarau sendiri akan terus berlanjut dari Mei sampai September saat mulai masuk musim hujan namun ini masih perkiraan, belum menjadi pegangan,"tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top