Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Yogya kehilangan identitas budayanya karena hotel

Yogya kehilangan identitas budayanya karena hotel

Jogja-KoPi│Yogyakarta yang terkenal sebagai kota budaya dan kota pelajar telah luntur dengan adanya hotel-hotel baru di Yogyakarta. Cagar-cagar budaya banyak yang digusur dan digantikan hotel baru di Yogyakarta.

"Saat ini terdapat 67 hotel baru mulai dibangun di Yogyakarta. Sekolah-sekolah yang merupakan cagar budaya banyak yang digusur dan digantikan dengan hotel," papar Dodok Putra Bangsa, saat Seminar Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya, Sabtu (19/03).

Menurutnya, masyarakat Yogyakarta harus mengembalikan kota yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan konsep kampung wisata. Konsep kampung wisata ini diharapkan mampu menghilangkan konsep hotel dari Yogyakarta. Dalam kampung wisata tersebut dimanfaatkan rumah warga sebagai homestay.

"Dengan memanfaatkan pengembangan kampung wisata akan menciptakan lahan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga perekonomiam tidak terpusat pada hotel-hotel yang ada," jelas Dodok Putra Bangsa.
Semua masyarakat terbedayakan dalam konsep kampung wisata ini. Masyarakat dapat ikut serta dalam mengambil peluang dari kampung wisata ini, mulai dari kuliner, tourguide, maupn tempat penginapan. Selain itu, kampung wisata juga mempertahankan budaya yang ada dimasyarakat, seperti budaya selapan yang ada dalam masyarakat Yogyakarta.

Dengan adanya kampung wisata ini, wisatawan dapat melihat budaya-budaya unik yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Menurut Dodok Putra Bangsa, "Rumah warga yang digunakan sebagai homestay dalam konsep kampung wisata dapat mengurangi penggusaran sawah, bangunan cagar budaya, serta sumur-sumur hotel yang menyedot air masyarakat." │Frenda Yentin

back to top