Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Yogya kehilangan identitas budayanya karena hotel

Yogya kehilangan identitas budayanya karena hotel

Jogja-KoPi│Yogyakarta yang terkenal sebagai kota budaya dan kota pelajar telah luntur dengan adanya hotel-hotel baru di Yogyakarta. Cagar-cagar budaya banyak yang digusur dan digantikan hotel baru di Yogyakarta.

"Saat ini terdapat 67 hotel baru mulai dibangun di Yogyakarta. Sekolah-sekolah yang merupakan cagar budaya banyak yang digusur dan digantikan dengan hotel," papar Dodok Putra Bangsa, saat Seminar Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya, Sabtu (19/03).

Menurutnya, masyarakat Yogyakarta harus mengembalikan kota yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan konsep kampung wisata. Konsep kampung wisata ini diharapkan mampu menghilangkan konsep hotel dari Yogyakarta. Dalam kampung wisata tersebut dimanfaatkan rumah warga sebagai homestay.

"Dengan memanfaatkan pengembangan kampung wisata akan menciptakan lahan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga perekonomiam tidak terpusat pada hotel-hotel yang ada," jelas Dodok Putra Bangsa.
Semua masyarakat terbedayakan dalam konsep kampung wisata ini. Masyarakat dapat ikut serta dalam mengambil peluang dari kampung wisata ini, mulai dari kuliner, tourguide, maupn tempat penginapan. Selain itu, kampung wisata juga mempertahankan budaya yang ada dimasyarakat, seperti budaya selapan yang ada dalam masyarakat Yogyakarta.

Dengan adanya kampung wisata ini, wisatawan dapat melihat budaya-budaya unik yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Menurut Dodok Putra Bangsa, "Rumah warga yang digunakan sebagai homestay dalam konsep kampung wisata dapat mengurangi penggusaran sawah, bangunan cagar budaya, serta sumur-sumur hotel yang menyedot air masyarakat." │Frenda Yentin

back to top