Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Workshop penanganan dan pelayanan untuk penyakit kanker dan jantung

Workshop penanganan dan pelayanan untuk penyakit kanker dan jantung

Yogya – KoPi, Dalam rangka melanjutkan kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Universitäts klinikum Münster (UKM) atau University Hospital of Munster Jerman dalam bidang penanganan cardiovascular, keduanya kembali menyepakati diadakannya workshop penanganan dan pelayanan untuk penyakit kanker dan jantung.

Workshop bertajuk “Indonesia-Germany Health Care Conference on Cardiovascular and Cancer Care Yogyakarta-Indonesia” diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (3-4/5/2014) di Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta.

Menurut Prof. Dr. Jörg Haier, LL.M. (Coor. Director of the Comprehensive Cancer Center Muenster-Jerman), di Convention Hall Asri Medical Center Yogyakarta, Jum’at (2/5/2014), workshop itu bukan hanya untuk menjelaskan bagaimana penanganan yang harus dilakukan bagi penderita penyakit jantung dan kanker. “Namun, publik atau masyarakat luas juga diajarkan untuk bisa melakukan pencegahan sebelum datangnya dua penyakit itu,” kata Jörg Haier.

Beberapa ahli dari Jerman juga akan melatih para dokter dan tenaga kesehatan lainnya di Yogyakarta agar bisa melakukan pelayanan yang baik bagi penderita penyakit jantung dan kanker. “Kami akan memberikan pelatihan mengenai leader healthcare dan manajemen healthare,” terang Jörg Haier. “Kami juga akan memulainya dengan dua tahapan training, yaitu dari pendeteksian secara dini dan juga untuk penanganan kankernya. Untuk deteksi dini ini kami akan memberikan pelatihan pada dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di Yogyakarta bagaimana cara mengobservasi pasien.”

Sementara itu, Prof. Dr. med.Rasjid Soeparwata, Sp.B, Sp.B (K)V, Sp.BTKV (K), Ketua DIGM – Indonesia Jerman, mengatakan, tujuan utama kegiatan itu untuk menaikkan kualitas dokter dan tenaga pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan terhadap pasien kanker dan jantung. “Kami juga ingin mengimplementasikan kerja sama kesehatan antara dokter, tenaga pelayanan kesehatan dengan masyarakat umum. Karena kami menginginkan program ini lebih mengarah pada cara pencegahan, bukan saja pengobatan. Sebab, pencegahan itulah yang paling utama,” terangnya.

Tidak itu saja. Kegiatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata pada semua masyarakat. Mereka nantinya juga akan tahu bagaimana cara melakukan pencegahan. “Selain itu, kami juga ingin mendirikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk pelayanan kanker dan jantung,” ungkap Soeparwata.

Setelah kerjasama workshop ini, UMY beserta RS Pendidikan PKU Muhammadiyah Gamping II bekerjasama dengan UKM Jerman mendirikan satu unit pusat pelayanan bagi penderita kanker dan jantung. Pusat pelayanan ini rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2016.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top