Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Wonder women, Douh 43 tahun menjadi 'pria' demi sang putri

Wonder women, Douh 43 tahun menjadi 'pria' demi sang putri

Mesir-KoPi| Setelah menjanda, kehidupan kelam menyelimuti wanita (64) ini. Dia harus berjuang sendiri menafkahi anaknya. Suami Sisa Gaber Abu Douh meninggal ketika usia kandungannya baru enam bulan.

Ditinggal suami merupakan ujian yang berat bagi Douh, terlebih kondisi Mesir tanpa seorang pelindung (suami). Akhirnya Douh mengambil keputusan berani menyamar menjadi laki-laki. Demi melindungi putri kesayangannya.
 
Douh memang memutuskan tidak menikah lagi, berbeda dengan perempuan janda kebanyakan. Dia bertekad untuk menjadi single parent, dengan keseharian bekerja untuk sang putri.

Untuk melindungi diri dari fitnah dan gosip, dia mengenakan pakaian laki-laki lengkap dengan sorban tradisionalnya.

Dalam penyamarannya dia bekerja menjadi tukang semir sepatu. Dia bekerja bersama penyemir laki-laki di desa yang tidak ada orang mengenalinya.

Selama 43 tahun lamanya Douh menyamar menjadi laki-laki. Bahkan ketika putrinya menikah pada usia 16 tahun, dia memakai pakaian laki-laki. Malah dia merasa tidak nyaman dengan pakaian wanita.

"Saya menolak untuk menikah setelah kematian suami saya, saya mengambil peran seorang ayah dan ibu untuk putri saya, dalam masyarakat patriarki (Mesir)," katanya.
 
Dengan suara pahit, Douh mengatakan, "Saya telah bekerja di banyak hal, saya bekerja penyemir sepatu, buruh dan petani. Aku memegang semen berat dan tas beton di atas kepalaku. Aku mengangkat batu bata saya bisa menerima semua itu, daripada menjadi mengemis. "
 
Berbicara kepada putrinya di saluran MBC, "Jika Anda laki-laki, aku akan menikah, tapi kau seorang gadis dan tidak ada yang bisa mengurus Anda sebanyak seperti yang saya lakukan, dan saya bisa kehilangan Anda."

Setelah 43 tahun perjuangannya, bertepatan dengan Hari Ibu Kementerian Solidaritas Sosial Mesir memberikan penghormatan kepada Douh atas segala ‘kehebatannya’. |egyptindependent.com |Winda Efanur FS|

back to top