Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Women who refuse to die membuka luka lama Bosnia

Women who refuse to die membuka luka lama Bosnia

KoPi| Masih ingatkah tragedi kemanusiaan Bosnia? Sebuah tragedi pada Juli 1995 yang telah menewaskan sekitar 8.000 muslim di kota kecil Srebrenica.

Kota kecil Srebrenica menjadi saksi bisu aksi brutal pembunuhan masal saat perang Bosnia 1992-1995. Tindakan genosida memberantas budaya sekaligus jejak agama Islam.

Meski memiliki luka masa lalu yang pahit, sebuah film "Women who refuse to die" mengangkat kembali kisah pilu dari tragedi Bosnia. Film yang bercerita tentang ketegaran seorang ibu yang memiliki keluarga bahagia yang hancur akibat tragedi Bosnia.

Ayah, empat anak perempuan dan saudara mati dalam tragedi ini.

"Ketika mereka mengambil anak-anak saya pada tahun 1995, mereka juga membunuh saya. Ini ada dalam kehidupan. Aku hidup seperti zombie. Aku masih hidup, tetapi tidak benar-benar hidup," kata Hatidza Mehmedovic.

“Setiap pagi saya bertanya pada diri sendiri mengapa. Untuk alasan apa? Tapi tidak ada jawaban. Hanya rasa bersalah pada anak-anak saya, atas nama-nama mereka. ... Mereka membunuh semua kebanggaan saya."

Film karya Mohamed Kenawi ini menggambarkan para wanita yang menolak mati. Para wanita yang tabah menghadapi penderitaan hidup. Mereka tetap bertahan meski telah ditinggalkan oleh orang-orang terkasih. Mereka mencoba untuk menemukan cara untuk melanjutkan hidup.

Pada bulan Juni 2010 lima pejabat Serbia Bosnia dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang di pengadilan Yugoslavia PBB untuk pembantaian yang terjadi di Srebrenica pada bulan Juli 1995.

|aljazeera|Winda Efanur FS|

back to top