Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Wisata Taman Bandung yang indah dan murah meriah

Wisata Taman Bandung yang indah dan murah meriah

Bandung–KoPi| Bandung selalu terkesan sebagai kota taman. Kota yang dipimpin oleh Ridwan Kamil atau yang lebih akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki 604 taman, namun baru 40 persen atau sekitar 242 taman yang dirawat oleh pemerintah. Taman yang memiliki tematik ini digadang sebagai titik wisata masyarakat Bandung berkumpul.

 

Taman Lansia, Taman Persib, Taman Film, Taman Super Hero dan ratusan taman tematik lainnya menjadikan Bandung sebagai kota dengan seabrek tempat wisata. 

Di Taman Alun-Alun misalnya, tempat yang baru direvitalisasi ini setiap harinya tidak sepi dikunjungi. Tidak hanya warga Bandung, bahkan masyarakat dari luar kota berbondong-bondong ingin bermain di sana.

Di taman seluas 1.200 meter itu  pengunjung harus membuka sepatu dikarenakan rumput yang dijadikan alas di taman ini merupakan rumput sintesis. Sehingga lebih baik jika digunakan dengan alas telanjang.

“Warga Bandung jadi punya tempat untuk berwisata. Arena bermain anak dengan orang tua menjadi sangat leluasa. Jadi kalau weekend bukan hanya ke mall, tapi ke taman-taman untuk bermain secara langsung,” ujar Odjah warga Sukajadi.

Memang warga yang berkunjung ke taman kebanyakan merupakan anak yang bermain dengan orang tua. Seperti bermain bola, atau hanya sekedar berlarian keliling taman. Pengunjung yang muda bisa menggunakan taman sebagai wadah untuk berkumpul bersama teman ataupun ajang bernarsis ria.

Kang Emil sendiri berharap fasilitas yang diberikan bagi warga kota Bandung merupakan upaya agar warga Bandung bisa meninggalkan kebiasaan rekreasi ke pusat perbelanjaan atau ke mall.

“Di Jakarta sekarang susah nemu lahan bermain anak dengan ayah. Weekend anak kalau minta jalan-jalan kemungkinan ke mall, kalau mau main bola hanya bisa bermain di lapangan dekat rumah atau di jalanan depan rumah, itupun tidak begitu indah. Di Bandung semua komplit, sudah masuknya gratis, nyaman pula,”ujar Muhammad warga Jakarta.

Meskipun begitu, pengunjung maupun warga Bandung tetap dihimbau dalam melestarikan taman-taman yang telah disediakan oleh pemerintah. Himbauan untuk tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, membuka sepatu saat bermain di rumput diletakan di sejumlah titik. Hal ini membantu dalam memberikan informasi kepada masyarakat agar bersama-sama merawat fasilitas tersebut. Tidak jarang, Kang Emil menegur di akun media sosialnya warga yang telihat merusak fasilitas di kota Bandung.

back to top