Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Wisata Spa, alternatif wisata baru di Turi Sleman

Wisata Spa, alternatif wisata baru di Turi Sleman

Sleman-KoPi| Selama ini spa seringkali diasosiasikan dengan perawatan di hotel atau salon. Akan tetapi, kali ini Putri Kedaton Grup yang bekerja sama dengan desa wisata Kembangarum mengembangkan sebuah terobosan baru, yaitu wisata spa. 

Acara ini mengusung konsep yang mengharumkan wisata spa di desa wisata Kembangarum Donokerto Turi Sleman. Lastiani Warih Wulandari, penggagas program ini mengatakan acara ini memiliki semangat untuk mensinergikan kekuatan spa dan potensi daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 20 Februari 2016 ini seru dan menarik. Sejak pukul 10.00-13.00 WIB antusiasme pengunjung terlihat jelas. Terlebih acara juga dimeriahkan oleh musik tradisional cokek yang merupakan salah satu sendi budaya di Kebangarum. Makanan dan minuman khas juga teh serai, wedang secang, jadah manten, salak bakar, salak rebus, sego takir, dan brongkos menambah suasana semakin lengkap.

Kegiatan ini juga diisi dengan demo Chef Yugi yang mengenalkan spa cuisine serta pelatihan totok aura dan herbal. Suasana yang asri dan gemericik air sungai menambah nikmat suasana. Terlebih para pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan breathing healing untuk melatih fokus dan pernafasan di aliran sungai yang mengalir.

Pengunjung juga dapat menikmati foot massage di pinggir kali yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK Kembangarum di bawah bimbingan Putri Kedaton Grup. Selain sebuah bentuk wisata baru, konsep ini juga unik karena tidak hanya berorientasi pada pasar tetapi juga untuk memaksimalkan potensi daerah dengan mendayagunakan kearifan lokal.

"Konsep wisata spa ini apabila digarap serius tentu akan memiliki nilai positif bagi banyak pihak karena berbasis kearifan lokal yang secara tidak langsung ikut meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar. Harapanya ini dapat menjadi sebuah alternatif wisata baru di daerah istimewa Yogyakarta ke depannya," kata Lastiani Warih Wulandari.

back to top