Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wisata Religi, Masjid Kotagede

Wisata Religi, Masjid Kotagede

Yogyakarta-KoPi, Banyak umat Islam Jawa belum mengetahui bahwa tonggak Islam pertama di Jawa bagian selatan terletak di tanah Mataram (sekarang Yogyakarta). Tepatnya di Masjid Kotagede Jl. Watu Gilang, Kotagede, Yogyakarta. Meskipun telah digerogoti usia ratusan tahun Masjid Kotagede masih kokoh berdiri. (12/6).

Masjid Kotagede merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Berdasarkan sejarah Masjid Kotagede awalnya berupa tanah atau hutan pemberian Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) dari Kerajaan Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan. Bentuk balas jasa beliau karena berhasil membunuh Aryo Penangsang.



Ki Ageng Pemanahan yang berlatar belakang seorang mubaligh memanfaatkan tanah tersebut tersebut menjadi masjid. Hal ini terinspirasi tidak adanya penganut Islam di Jawa bagian selatan. Selama ini islam hanya memusat di daerah pesisir. Penduduk Jawa mayoritas beragma Budha, Hindhu dan kepercayaan.

Namun realisasi pembangunan masjid dimulai tahun 1601 pada masa Panembahan Senopati/ Danang Sutowijoyo anak dari Ki Ageng Pemanahan. Material pokok seperti kayu dipilih dengan sangat hati-hati, kayu jati yang berkualitas. Kayu jati diambil dari hutan daerah Blora dan Cepu dengan menggunakan gerobak kala itu.

Reporter : Winda Efanur FS

back to top