Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Wisata Religi, Masjid Kotagede

Wisata Religi, Masjid Kotagede

Yogyakarta-KoPi, Banyak umat Islam Jawa belum mengetahui bahwa tonggak Islam pertama di Jawa bagian selatan terletak di tanah Mataram (sekarang Yogyakarta). Tepatnya di Masjid Kotagede Jl. Watu Gilang, Kotagede, Yogyakarta. Meskipun telah digerogoti usia ratusan tahun Masjid Kotagede masih kokoh berdiri. (12/6).

Masjid Kotagede merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Berdasarkan sejarah Masjid Kotagede awalnya berupa tanah atau hutan pemberian Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) dari Kerajaan Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan. Bentuk balas jasa beliau karena berhasil membunuh Aryo Penangsang.



Ki Ageng Pemanahan yang berlatar belakang seorang mubaligh memanfaatkan tanah tersebut tersebut menjadi masjid. Hal ini terinspirasi tidak adanya penganut Islam di Jawa bagian selatan. Selama ini islam hanya memusat di daerah pesisir. Penduduk Jawa mayoritas beragma Budha, Hindhu dan kepercayaan.

Namun realisasi pembangunan masjid dimulai tahun 1601 pada masa Panembahan Senopati/ Danang Sutowijoyo anak dari Ki Ageng Pemanahan. Material pokok seperti kayu dipilih dengan sangat hati-hati, kayu jati yang berkualitas. Kayu jati diambil dari hutan daerah Blora dan Cepu dengan menggunakan gerobak kala itu.

Reporter : Winda Efanur FS

back to top