Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Wisata Religi, Masjid Kotagede

Wisata Religi, Masjid Kotagede

Yogyakarta-KoPi, Banyak umat Islam Jawa belum mengetahui bahwa tonggak Islam pertama di Jawa bagian selatan terletak di tanah Mataram (sekarang Yogyakarta). Tepatnya di Masjid Kotagede Jl. Watu Gilang, Kotagede, Yogyakarta. Meskipun telah digerogoti usia ratusan tahun Masjid Kotagede masih kokoh berdiri. (12/6).

Masjid Kotagede merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Berdasarkan sejarah Masjid Kotagede awalnya berupa tanah atau hutan pemberian Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) dari Kerajaan Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan. Bentuk balas jasa beliau karena berhasil membunuh Aryo Penangsang.



Ki Ageng Pemanahan yang berlatar belakang seorang mubaligh memanfaatkan tanah tersebut tersebut menjadi masjid. Hal ini terinspirasi tidak adanya penganut Islam di Jawa bagian selatan. Selama ini islam hanya memusat di daerah pesisir. Penduduk Jawa mayoritas beragma Budha, Hindhu dan kepercayaan.

Namun realisasi pembangunan masjid dimulai tahun 1601 pada masa Panembahan Senopati/ Danang Sutowijoyo anak dari Ki Ageng Pemanahan. Material pokok seperti kayu dipilih dengan sangat hati-hati, kayu jati yang berkualitas. Kayu jati diambil dari hutan daerah Blora dan Cepu dengan menggunakan gerobak kala itu.

Reporter : Winda Efanur FS

back to top