Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Wisata 'narsis' alternatif di jembatan gantung Bantul

Wisata 'narsis' alternatif di jembatan gantung Bantul

Bantul-KoPi| Serba kuning. Tiang-tiang penyangga jembatan ini berwarna kuning. Bahkan warna kekuningannya ada yang telah terkelupas, hingga terlihat bercak- karat hitam. Meski demikian, jembatan ini masih kokoh menyangga beban sekitar puluhan ton.

Jembatan gantung ini membujur di atas Kali Opak. Menggantung jarak ratusan meter dengan lebar sekitar satu meter. Menyambungkan jarak antara Desa Panjangrejo ke Desa Selorejo, Bantul.

Kesan pertama koranopini.com ketika melintasi jembatan gantung Bantul ini biasa. Namun koranopini.com terkesiap dengan panorama yang di sekeliling jembatan gantung ini. Di sebelah barat dan terlihat keserasian aliran air Kali Opak melintang dengan batang sungai. Sementara bukit di bagian atas, begitu teduh dengan kehijauannya.

Alhasil, perpaduan jembatan gantung antik dengan panorama alam, menampilkan spot-spot apik yang diburu oleh para pecinta fotografi. Ungahan foto para traveler di media sosial secara bertahap menarik para para traveler menyambangi jembatan gantung, yang lokasinya terpaut jarak tujuh kilometer dengan Pantai Parangtritis.

Menurut Kepala Dusun Gunung Puyuh, Panjangrejo, Pundong, Bantul, Samsudi ketenaran jembatan gantung sejak awal Februari 2015 ketika jembatan baru dilaunching pada bulan yang sama.

“Jembatan gantung dibuat pada tahun 2011 waktu itu untuk lalu lintas jalan kaki, dan lewat sepeda motor, tapi setelah erupsi merapi jembatan rusak. Hingga dibuat jembatan baru pada tahun 2013, yang selesai Februari 2015 ini,” jelas Samsudi.

Para traveler memadati areal jembatan ketika sun rise dan sun set. Keramaian akan nampak dari kalangan muda-mudi yang menghabiskan waktu bersama. Selebihnya dari kalangan anak-anak yang bermain sepeda di sekitar jembatan.

Di antara mereka ada yang hanya berjalan-jalan menikmati suasana sore hari. Ada pula yang menjadikannya latar pre- wedding bahkan syuting film.

“ Ini ada yang buat foto pernikahan, yang bikin film pernah didatangi artis, kayak film ‘Mencari Hilal’ syutingnya di jembatan,” tambah Samsudi.

Ke depan Samsudi berserta dusun sekitar akan membuat jembatan gantung sebagai ikon desa wisata. “Dalam musrembang tiga dusun akan diberi perahu dan ada stand kuliner di sekitar jembatan gantung,” pungkas Samsudi. |Winda Efanur FS|

back to top