Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Wijaya Herlambang: AS membentuk kebudayaan Indonesia

Wijaya Herlambang: AS membentuk kebudayaan Indonesia

Jogjakarta-KoPi| “Perkembangan budaya modern tidak terlepas dari keterlibatan negara asing,” tegas akademisi Wijaya Herlambang. Wijaya mengaitkan keterlibatan CIA Amerika Serikat terhadap perkembangan budaya Indonesia pasca-tragedi G30S 1965.

Keterlibatan Amerika Serikat (AS) bermula sejak Konferensi Meja Bundar di Deen Hag Belanda. Para tokoh cendekia, intelektual bahkan satrawan Indonesia menjalin hubungan erat dengan Amerika serikat.

“Tokoh politik seperti Sumitro Djojohadikusumo dan Seodjatmoko, dekat dengan dunia intelektual barat. Mereka melakukan renegoisasi hubungan diplomatik fase kebudayaan,” kata Wijaya saat pemaparan seminar kritik sastra dan politik di PKKH UGM pada Selasa tanggal 24 November 2015.

Melalui tokoh-tokoh tersebut Amerika Serikat menyusupi ideologi anti komunis. Selain itu Amerika juga mendirikan lembaga kebudayaan CFF (Congress For Cultural Freedom). Secara nyata kinerja CFF sebagai tandingan dari Lekra yang dianggap berafiliasi dengan komunis.

Guna melancarkan misinya, Amerika serikat tidak segan-segan menggelontorkan dana. Tercatat dana ratusan dollar untuk membiayai misi kebudayaan CFF.

“Arah kampanye besar-besaran dengan kebudayaan. Dana ini besaral dari Amerika Serikat, kampanye dilakukan dengan mencetak jutaan buku,” tambah Wijaya.

Sementara Wijaya menjelaskan keterlibatan Amerika Serikat terhadap kebudayaan Indonesia didasari oleh kepentingan politik dan ekonomi. AS memilki dua alasan ikut campur dalam kehidupan berbangsa Indonesia.

Pertama, minat menjarah kekayaan alam Indonesia. Kedua perang ideologi. Kekhawatiran terhadap merajainya ideologi komunis di Indonesia, akan mengancam ideologi kapitalis AS.

“Dana besar dari melihat kesusastraan sebagai alat meyebarkan paham demokrasi liberal untuk mengkonter blok komunis. Ini kampanye kebudayaan,” pungkas Wijaya. |Winda Efanur FS|

back to top