Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

WHO peringatkan dunia internasional waspada terhadap virus Zika

The Independent The Independent

KoPi| Badan kesehatan dunia WHO menyatakan masyarakat internasional harus waspada terhadap virus Zika yang dibawa oleh nyamuk. Sementara ini, virus itu masih menyerang di kawasan Amerika Latin dan sedikitnya WHO memperkirakan 4 juta orang di sana.

Keputusan ini dibuat setelah pertemuan darurat WHO di Jenewa yang membahas sifat 'ledakan' dari vrus Zika tersebut. Pertemuan tersebut juga membahas kemungkinan melakukan penelitian dan mendapatkan vaksin untuk mencegah Zika.

Keadaan darurat ini dinyatakan setelah sebelumnya tahun 2013 WHO juga menterapkan keadaan darurat secara internasional kasus Ebola yang telah membunuh sebanyak 11 ribu manusia. Seorang pejabat WHO juga menyatakan kasus Zika bisa akan lebih buruk ketimbang Ebola. Tahun ini saja kasusnya sudah mencapai 4 juta lebih yang terinveksi Zika.

Zika merupakan virus yang ditularkan oleh nyamuk di Brazil pada mulanya dan menyebar ke 20 negara Amerika Latin. Virus Zika menyebabkan bayi mengalami kerusakan otak dan mengerutkan kepala bayi yang disebabkan oleh apa yang disebut sebagai link microcephaly. Kasus yang dilaporkan dari microcephaly meningkat tajam di Brasil meskipun para peneliti belum membuat link langsung. Kolombia juga menjumpai peningkatan jumlah pasien yang didiagnosis dengan gangguan neurologis langka yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Sementara itu, Dirjen WHO, Dr. Margaret Chan, seperti dikutip dari Independent mengatakan ada asumsi yang kuat hubungan kausal antara infeksi selama kehamilam dan microcephaly pada bayi. Namun hal itu kurang terbukti secara ilmiah.

Dr Chan mengatakan bahwa respons internasional yang terkoordinasi sangat diperlukan untuk menyelidiki dan memahami hubungan antara virus dan kondisi tersebut. Pola penyebaran virus, kurangnya vaksin dan tes diagnostik yang handal juga memprihatinkan, tambahnya.

"Anggota komite setuju bahwa situasi memenuhi kondisi untuk keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," kata Dr Chan. "Saya telah menerima saran ini. Saya sekarang menyatakan bahwa cluster baru-baru microcephaly dan kelainan neurologis lainnya dilaporkan di Amerika Latin, menyusul cluster yang sama di Polinesia Perancis pada tahun 2014, merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional."

Dr Chan juga mengatakan dewan WHO tidak menemukan alasan yang tepat yang melarang masyarakat melakukan perjalanan atau perdagangan untuk mencegah ancaman virus Zika.

"Saat ini upaya perlindungan yang paling penting adalah kontrol populasi nyamuk dan pencegahan gigitan nyamuk yang beresiko pada individu- terutama perempuan hamil," katanya.

Sejak awal wabah tahun lalu, lima wisatawan Inggris didiagnosa dengan virus Zika. Namun, masih banyak yang tidak tahu mereka terinfeksi. Gejala itu berupa demam, nyeri sendi, gatal, ruam, konjungtivitis atau mata merah, sakit kepala, nyeri otot dan sakit mata.

back to top