Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

WHO: 4 Juta Kasus Virus Zika

WHO:  4 Juta Kasus Virus Zika

Amerika-KoPi| Badan Organisasi Kesehatan dunia WHO mengatakan hingga kini terdapat empat juta kasus virus Zika di Amerika. Jumlah tersebut sangat mengkhawatirkan.

Ancaman virus menyebabkan cacat lahir, serta menginfeksi jutaan orang di dua benua, termasuk 1,5 juta di Brazil.
Kepala organisasi WHO Margaret Chan akan mengundang kalangan internasional membahas virus Zika, sekaligus memutuskan virus Zika sebagai wabah internasional.

Ms Chan mengatakan penyakit itu sudah sampai tahap yang mengkhawatirkan. "Kami akan menentukan tingkat virus, memudahkan gerak cepat penanganan internasional," kata Chan.

Sementara itu, Marcos Espinal, kepala penyakit menular di PAHO, Amerika di bawah WHO, mengatakan penelitian korelasi antara Zika dan microcephaly di Brazil akan segera diterbitkan.

"Kami belum tahu apakah virus ini melewati plasenta dan menghasilkan atau menyebabkan microcephaly. Kami pikir itu berperan. Tidak ada keraguan tentang itu," katanya kepada pertemuan dewan eksekutif WHO di Jenewa. |http://www.telegraph.co.uk/|Winda Efanur FS|

back to top