Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

WHO: 4 Juta Kasus Virus Zika

WHO:  4 Juta Kasus Virus Zika

Amerika-KoPi| Badan Organisasi Kesehatan dunia WHO mengatakan hingga kini terdapat empat juta kasus virus Zika di Amerika. Jumlah tersebut sangat mengkhawatirkan.

Ancaman virus menyebabkan cacat lahir, serta menginfeksi jutaan orang di dua benua, termasuk 1,5 juta di Brazil.
Kepala organisasi WHO Margaret Chan akan mengundang kalangan internasional membahas virus Zika, sekaligus memutuskan virus Zika sebagai wabah internasional.

Ms Chan mengatakan penyakit itu sudah sampai tahap yang mengkhawatirkan. "Kami akan menentukan tingkat virus, memudahkan gerak cepat penanganan internasional," kata Chan.

Sementara itu, Marcos Espinal, kepala penyakit menular di PAHO, Amerika di bawah WHO, mengatakan penelitian korelasi antara Zika dan microcephaly di Brazil akan segera diterbitkan.

"Kami belum tahu apakah virus ini melewati plasenta dan menghasilkan atau menyebabkan microcephaly. Kami pikir itu berperan. Tidak ada keraguan tentang itu," katanya kepada pertemuan dewan eksekutif WHO di Jenewa. |http://www.telegraph.co.uk/|Winda Efanur FS|

back to top