Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Waspada! Modus begal baru lagi ramai di Surabaya!

Waspada! Modus begal baru lagi ramai di Surabaya!
Surabaya – KoPi | Aksi kejahatan di kota besar semakin marak dan membuat masyarakat resah. Pembegalan menjadi kabar yang umum terdengar. Pembegalan tersebut muncul dengan berbagai modus, tak lagi dengan asal membacok dan melukai korban saja, namun dengan membuat korban lengah dan panik. Dan aksi tersebut tidak hanya dilakukan saat malam hari, bahkan pagi, siang, dan sore hari, dan di tempat yang ramai. Salah satunya seperti yang terjadi di Surabaya, seperti yang diungkapkan Rizky Wahyu Febrianto.
 

Rizky yang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga tersebut menyaksikan sendiri tindak pembegalan yang dilakukan 4 orang. Sore itu, ia baru pulang dari kampusnya dan melewati daerah MERR (Middle East Ring Road). Aksi pembegalan tersebut berlangsung di depan mata Rizky sendiri.

Ia menuturkan korban dikuntit oleh 4 orang pelaku dengan 2 sepeda motor. Pelaku pertama berpura-pura ditabrak oleh korban yang saat itu mengendarai motor jenis matic. Pelaku pertama tersebut kemudian turun dari motor dan marah-marah kepada korban.

Setelah itu pelaku dengan sepeda motor kedua meminta tas yang dibawa korban, yang salah satunya berisi laptop. Pelaku pertama kemudian langsung naik ke motor korban dan diminta ikut pelaku ke suatu tempat dengan berbonceng. Para pelaku kemudian membuang korban di tempat sepi dan kabur dengan motor korban.

“Sedikit bersyukur bukan saya yang kena begal. Tapi kasihan juga dengan korban yang kena begal,” ungkap Rizky.

Kawasan MERR sebenarnya merupakan kawasan yang ramai kendaraan, mulai pagi hingga malam hari. Pembegalan tersebut juga dilakukan di daerah pertokoan dan restoran yang ramai pembeli. Modus yang baru ini membuktikan para begal tidak lagi mempedulikan waktu dan lingkungan, asalkan ada kesempatan.

back to top