Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Waspada! Modus begal baru lagi ramai di Surabaya!

Waspada! Modus begal baru lagi ramai di Surabaya!
Surabaya – KoPi | Aksi kejahatan di kota besar semakin marak dan membuat masyarakat resah. Pembegalan menjadi kabar yang umum terdengar. Pembegalan tersebut muncul dengan berbagai modus, tak lagi dengan asal membacok dan melukai korban saja, namun dengan membuat korban lengah dan panik. Dan aksi tersebut tidak hanya dilakukan saat malam hari, bahkan pagi, siang, dan sore hari, dan di tempat yang ramai. Salah satunya seperti yang terjadi di Surabaya, seperti yang diungkapkan Rizky Wahyu Febrianto.
 

Rizky yang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga tersebut menyaksikan sendiri tindak pembegalan yang dilakukan 4 orang. Sore itu, ia baru pulang dari kampusnya dan melewati daerah MERR (Middle East Ring Road). Aksi pembegalan tersebut berlangsung di depan mata Rizky sendiri.

Ia menuturkan korban dikuntit oleh 4 orang pelaku dengan 2 sepeda motor. Pelaku pertama berpura-pura ditabrak oleh korban yang saat itu mengendarai motor jenis matic. Pelaku pertama tersebut kemudian turun dari motor dan marah-marah kepada korban.

Setelah itu pelaku dengan sepeda motor kedua meminta tas yang dibawa korban, yang salah satunya berisi laptop. Pelaku pertama kemudian langsung naik ke motor korban dan diminta ikut pelaku ke suatu tempat dengan berbonceng. Para pelaku kemudian membuang korban di tempat sepi dan kabur dengan motor korban.

“Sedikit bersyukur bukan saya yang kena begal. Tapi kasihan juga dengan korban yang kena begal,” ungkap Rizky.

Kawasan MERR sebenarnya merupakan kawasan yang ramai kendaraan, mulai pagi hingga malam hari. Pembegalan tersebut juga dilakukan di daerah pertokoan dan restoran yang ramai pembeli. Modus yang baru ini membuktikan para begal tidak lagi mempedulikan waktu dan lingkungan, asalkan ada kesempatan.

back to top