Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Waspada MERS merambah Korsel

Waspada MERS merambah Korsel

Jenewa-KoPi| Wabah virus MERS telah merambah daerah Korsel. Namun menurut laporan WHO, perkembangan MERS belum mencapai kondisi darurat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asisten Directorate Umum untuk Keamanan Kesehatan Keiji Fukuda mengatakan pada hari Rabu.

Pertemuan kesembilan Komite Darurat mengenai wabah di Korea Selatan diadakan pada hari Selasa.  Pertemuan ini membahas perkembangan epidemiologi dan ilmiah, risiko penilaian, dan pengendalian dan pencegahan.

komite tersebut menemukan  faktor utama di balik penyebaran awal virus yang terkait dengan kurangnya kesadaran dari kedua petugas kesehatan dan masyarakat umum tentang virus.

Hal ini terkendala langkah-langkah pencegahan infeksi yang tidak memadai di rumah sakit. Terutama kontak dari pasien MERS yang terinfeksi dengan pasien lain di rumah sakit.

Kebiasaan anggota keluarga mengunjungi pasien rawat inap juga menunjuk sebagai faktor penentu dalam penyebaran awal penyakit ini.

"Ini adalah wabah terbesar MERS di luar Timur Tengah, wabah telah menghasilkan 162 kasus infeksi dan 19 orang dikonfirmasi tewas hingga saat ini ", kata Asisten Directorate Umum untuk Keamanan Kesehatan Keiji Fukuda.

Dia juga menyatakan bahwa sekitar 10.000 orang telah dipantau sejak awal wabah, dan yang saat ini ada 6.500 orang yang sedang dipantau sebagai langkah pencegahan.

Menurut WHO wabah pertama kali teridentifikasi pada tahun 2012 di Arab Saudi. Wabah MERs memiliki tingkat kematian sekitar 36 %.

Virus menyebabkan penyakit menyerang orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah dan penyakit kronis seperti kanker, penyakit paru-paru dan diabetes. | xinhuanet.com|Winda Efanur FS |

back to top