Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Was-was Gunung Sakurajima meletus dekat instalasi nuklir

Was-was Gunung Sakurajima meletus dekat instalasi nuklir

Jepang-KoPi| Gunung berapi Sakurajima Jepang meletus pada pukul 06.05 waktu setempat. Letusan gunung mengeluarkan lava panas hingga lereng gunung. Sekejap langit Jepang menghitam karena muntahan abu ke angkasa.

Letusan ini sempat mengkhawatirkan Jepang. Pasalnya lokasi letusan berdekatan dengan aplikasi nuklir, hanya berjarak 50 meter.

Profesor di Universitas Kyoto, Kazuhiro Ishihara menggambarkan material muntahan gunung terlempar hingga dua kilometer. Untungnya jauh dari pemukiman penduduk.

Kazuhiro menilai hingga saat ini belum ada tindakan dampak parah dari letusan. Tetapi dia menghimbau masyrakat untuk waspada.

"Saya tidak berpikir akan ada dampak serius dari ledakan. Tapi tentu saja kita harus terus memantau aktivitas gunung berapi," kata Kazuhiro.

Sampai berita ini diturunkan. Belum ada laporan korban jiwa maupun, mengingat ada sekitar 4.000 penduduk yang bermukim sekitar 1,117 meter dari gunung Sakurajima.

Gunung berapi, di daerah Kagoshima selatan telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak Agustus lalu. Saat itu Pemerintah setempat telah memerintahkan penduduk untuk waspada terhadap letusan gunung dan persiapan evakuasi.

Sebelumnya Gunung Sakurajma meletus pertama kali pada tahun 1914. Letusan tersebut yang paling hebat, aliran lava sampai mengalir ke daratan Kyusu.

Jepang memiliki lebih dari 100 gunung berapi aktif dan terletak di 'Ring of Fire'. Daerah jalur patahan dan gunung berapi di sekitar tepi Pasifik.
|Skynews.com|Winda Efanur FSІ|

back to top