Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Was-was Gunung Sakurajima meletus dekat instalasi nuklir

Was-was Gunung Sakurajima meletus dekat instalasi nuklir

Jepang-KoPi| Gunung berapi Sakurajima Jepang meletus pada pukul 06.05 waktu setempat. Letusan gunung mengeluarkan lava panas hingga lereng gunung. Sekejap langit Jepang menghitam karena muntahan abu ke angkasa.

Letusan ini sempat mengkhawatirkan Jepang. Pasalnya lokasi letusan berdekatan dengan aplikasi nuklir, hanya berjarak 50 meter.

Profesor di Universitas Kyoto, Kazuhiro Ishihara menggambarkan material muntahan gunung terlempar hingga dua kilometer. Untungnya jauh dari pemukiman penduduk.

Kazuhiro menilai hingga saat ini belum ada tindakan dampak parah dari letusan. Tetapi dia menghimbau masyrakat untuk waspada.

"Saya tidak berpikir akan ada dampak serius dari ledakan. Tapi tentu saja kita harus terus memantau aktivitas gunung berapi," kata Kazuhiro.

Sampai berita ini diturunkan. Belum ada laporan korban jiwa maupun, mengingat ada sekitar 4.000 penduduk yang bermukim sekitar 1,117 meter dari gunung Sakurajima.

Gunung berapi, di daerah Kagoshima selatan telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak Agustus lalu. Saat itu Pemerintah setempat telah memerintahkan penduduk untuk waspada terhadap letusan gunung dan persiapan evakuasi.

Sebelumnya Gunung Sakurajma meletus pertama kali pada tahun 1914. Letusan tersebut yang paling hebat, aliran lava sampai mengalir ke daratan Kyusu.

Jepang memiliki lebih dari 100 gunung berapi aktif dan terletak di 'Ring of Fire'. Daerah jalur patahan dan gunung berapi di sekitar tepi Pasifik.
|Skynews.com|Winda Efanur FSІ|

back to top