Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Warga Surabaya tuntut Pilkada tepat waktu

Warga Surabaya tuntut Pilkada tepat waktu
Surabaya - KoPi| Masyarakat Surabaya semakin gerah dengan tingkah polah partai dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dalam melaksanakan Pilkada. Kamis (3/9) ratusan masyarakat Surabaya melakukan aksi di kantor KPU Kota Surabaya. Mereka meminta agar KPU Surabaya bersungguh-sungguh  bersedia melakukan tugasnya yakni menggelar Pilkada Surabaya 2015.
 

Koordinator aksi Aldi Karmailis mengatakan bahwa aksi ini untuk menekan agar KPU bersedia melakukan tugasnya, yakni menggelar Pilkada Surabaya 2015. Dalam aksi tersebut perwakilan massa juga menyodorkan surat perjanjian bermaterai kepada Ketua KPU untuk menggelar Pilkada Surabaya tahun 2015.

Dalam surat tersebut Aldi menjelaskan bahwa jika ternyata gagal menggelar Pilkada 2015 Komisioner KPU diminta mengundurkan diri. "Ini adalah gerakan masyarakat. Kami meminta KPU berkomitmen sesuai tugasnya," tegas Aldi.

Menanggapi aksi masyarakat Surabaya tersebut, KPU Kota Surabaya belum mengambil keputusan karena masih menunggu hasil gugatan tiga partai besar. Tiga partai pengusung pasangan calon walikota Surabaya, yaitu PAN, Demokrat, dan PDI-P mengajukan tuntutan ke DKPP terkait penetapan status TMS (tidak memenuhi syarat) pasangan calon Rasiyo-Dhimam Abror.

Robiyan Arifin, Ketua KPU Kota Surabaya mengatakan, saat ini dia meminta informasi pada Panwaslu terkait penyelesaian sengketa. Ia berpendapat, jangan sampai sengketa belum selesai namun KPU kembali membuka pendaftaran. 

"Jangan sampai setelah ada yang daftar ternyata hasil sengketa keluar bahwa pasangan calon Rasiyo-Dhimam bisa ikut Pilkada. Jadi repot lagi nantinya," ujarnya.

KPU Kota Surabaya akan menunggu hasil sengketa gugatan itu sampai tanggal 5 September. Jika nanti gugatan ketiga parpol tersebut dimenangkan, maka KPU tidak membuka pendaftaran lagi. Begitu pula sebaliknya, jika gugatan tiga partai politik tersebut ternyata gugur, maka KPU akan membuka pendaftaran pada 6-8 September.

back to top