Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Warga Surabaya terancam kehilangan tempat hiburan murah

Warga Surabaya terancam kehilangan tempat hiburan murah
Surabaya – KoPi | Salah satu wahana hiburan legendaris di Surabaya, Taman Remaja Surabaya (TRS), terancam ditutup. Wahana rekreasi yang telah ada sejak tahun 1971 tersebut dianggap tidak menguntungkan. Pemerintah Kota Surabaya sebagai salah satu pemegang saham merasa theme park tersebut tidak memberikan keuntungan yang optimal.
 

Rencana penutupan TRS diungkapkan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Risma beranggapan TRS terus merugi, sehingga lebih baik jika ditutup. Selama setahun, TRS hanya memberi pemasukan Rp 300 juta pada Pendapatan Asli Daerah. Meskipun Pemkot Surabaya hanya pemegang saham minoritas dengan kepemilikan 37,5 %, lahan tempat TRS berada merupakan aset Pemkot Surabaya. Pemasukan sebesar Rp 300 juta dianggap tidak sesuai dengan luas lahan yang ditempat TRS, yaitu 1,7 hektar.

Pemkot Surabaya berencana mengambil alih taman tersebut dan mensinergikannya dengan kampung seni yang berada di Taman Hiburan Rakyat (THR). Lokasi THR bersebelahan dengan TRS, hanya dibatasi tembok.

Pengelola TRS, PT Sarana Taruna Aneka Ria, merasa keputusan Pemkot tersebut cenderung arogan. Sebagai taman hiburan tertua di Surabaya, TRS menyimpan banyak kenangan bagi warga Surabaya. Sebelum mall dan taman-taman kota menjamur di Surabaya, TRS merupakan wahana bermain paling populer. Hingga saat ini, TRS memberikan fasilitas taman bermain bergaya theme park yang murah bagi warga Surabaya.

Hingga saat ini TRS masih menjadi pilihan bagi warga Surabaya yang ingin mencari hiburan murah di akhir pekan. Tiket masuk yang murah dengan berbagai macam wahana menjadi alasan. Untuk masuk ke TRS setiap pengunjung hanya dikenai tiket seharga Rp 12.000. Untuk menikmati semua wahana, pengunjung hanya perlu membeli tiket terusan seharga Rp 30.000. Selain itu, setiap minggu TRS juga menyajikan berbagai acara seni dan hiburan musik. 

Meski demikian, tidak dapat dipungkiri TRS kurang mampu menarik pengunjung. Wahana permainan yang tidak banyak berubah sejak tahun 1971 menjadi salah satu penyebabnya. Namun semua wahana masih dalam kondisi yang baik.

Informasi mengenai rencana penutupan TRS juga tidak mengganggu operasional taman tersebut. Theme park tersebut tetap buka dan para pegawai TRS tetap bekerja seperti biasa. Bahkan pada hari Minggu (27/4) kemarin TRS memberikan promo tiket masuk gratis, seakan untuk melawan upaya penutupan tersebut. Alhasil, promo tersebut mampu menarik pengunjung untuk mengunjungi wahana bermain yang sebelumnya kurang dilirik tersebut.

 

back to top