Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Warga New York salahkan Donald Trump atas terbunuhnya Imam Maulana Akonjee

Reuters Reuters

New York-KoPi| Imam masjid bernama Maulama Akonjee dan asistenya ditembak mati di kawasan A Queens New York saat setelah mereka selesai sholat dan meninggalkan Masjid Jame Al-Furqan di Ozone Park.

The New York Daily News melaporkan kedua orang itu ditembak di kepala di sekitar 13:50 di siang bolong. Setelah itu di luar masjid sekelompok jemaat berkumpul untuk berduka dan bersimpati.

"In bukanlah Amerika sebenarnya," kata warga Khairul Islam kepada Daily News. "Kami menyalahkan Donald Trump untuk ini ... Trump dan dramanya telah menciptakan Islamophobia."

Saksi mata mengatakan kedua orang itu berjalan bersama-sama ketika seorang pria bersenjata pistol berjalan ke arah mereka dan melepaskan tembakan. Penembak digambarkan sebagai "tinggi dan berkulit gelap, membawa pistol besar, dan mengenakan kemeja biru tua dan celana pendek."
"Orang itu itu sungguh keterlaluan, menembak orang di kepala di siang bolong,"kata Millat Uddin, 25 tahun warga di lingkungan sekitar pada Daily News. "Membunuh orang secara brutal, seperti mereka ini binatang."

Kedua orang itu dilarikan ke Rumah Sakit Jamaika di mana satu dinyatakan meninggal.
"Ini kejahatan rasial," kata salah satu penduduk. |RawStory|Daily News|

back to top