Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Warga Gaza menyambut Ramadhan dengan tangisan

Warga Gaza menyambut Ramadhan dengan tangisan

Gaza -KoPi| Warga Palestina di Gaza akan menghabiskan Ramadhan ini dengan ekonomi lemah. Mereka berharap Israel akan segera mengendurkan blokade dan mengakhiri perselisihan kelompok Fatah dan Hamas.

Ibrahim al-Masri, warga Palestina (50) tahun dari kota Gaza utara Beit Hanoun. Telah kehilangan harta benda dan seluruh keluarganya tewas oleh serangan Israel.

"Ramadhan ini akan menjadi sangat sulit bagi saya karena keluarga saya tidak akan bersama saya di meja untuk berbuka puasa Ramadhan," kata al-Masri.

Kehancuran di daerah dekat timur Jalur Gaza dan perbatasan Israel tidak membaik. Sepertinya perang hanya berakhir pekan ini. Yang telah disepakati rencana untuk rekonstruksi Gaza telah berjalan lambat karena perbedaan politik antara rival Palestina.

Sudah hampir setahun sejak Israel meluncurkan 50-hari skala besar militer udara dan serangan darat di Jalur Gaza. Satu tahun telah berlalu tanpa perbaikan kondisi hidup maupun ekonomi.

Di bawah pemerintahan Hamas dan blokade ketat Israel, sekitar 1,8 juta warga Palestina sedang mempersiapkan datnagnya bulan suci Ramadhan yang jatuh hari Kamis.

Mustafa Zeineldien pemilik toko makanan selama 45 tahun mengeluh dengan macetnya perekonomian di Gaza. "Kegiatan perdagangan dan komersial tahun ini lesu karena tingkat kemiskinan dan lapangan kerja yang tinggi", paparya.

Pemilik toko dan pelanggan datang untuk membeli barang yang lebih murah mengatakan bahwa sebelum Israel memberlakukan blokade di Gaza pada tahun 2007, kegiatan komersial yang sangat baik, tapi kemudian mulai menurun dari tahun ke tahun. | xinhuanet.com| Winda Efanur FS|

back to top