Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Wanita ini memberi 'kesaktian' kepada anak-anak

Wanita ini memberi 'kesaktian' kepada anak-anak

Surabaya-KoPi| Dunia makin padat dan riuh oleh persaingan dalam segala dimensi. Jika lemah, individu tak akan mampu tumbuh dalam kebahagiaan dan kemapanan sosial ekonomi. Maka bagi wanita ini, memberi 'kesaktian' kepada para generasi adalah keharusan.

Kesaktian itu dalam dunia modern sekarang adalah ilmu pengetahuan dan keterampilan. Wanita yang sering membersamai masyarakat kecil ini adalah Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Umum BKOW Jawa Timur. Ia menjelaskan tentang kesaktian bagi para generasi masa mendatang ketika hadir dalam acara Yatim Mandiri (24/10/15). Ada 100 anak yatim yang belajar tentang kemandirian bersama Fatma.

"Anak-anak harus mendapatkan bekal kesaktian dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan."

Fatma memberi apresiasi kepada Yatim Mandiri yang berkomitmen memupuk ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak yatim yang tergabung di Sanggar Genius. Mereka, para anak yatim, nantinya adalah para pemimpin di dalam masyarakat. Sebagian mungkin menjadi profesional dan sebagian lagi menjadi pemimpin politik.

"Saya sendiri memberikan hal yang mungkin seorang ibu memberikan pada anak-anaknya, yaitu proses menjadi mandiri; memasak, mencuci sampai mempersiapkan pakaian sehari-hari secara rapi."

Fatma menjelaskan bahwa kemandirian harus dimulai sejak dini. Namun bukan berarti mereka kehilangan masa kanak-kanak yang membutuhkan ruang bermain. Maka bagaimana caranya melalui ruang bermain yang ceria, kemandirian dimasukkan secara perlahan. 

"Anak-anak harus mendapat kesempatan dan dukungan penuh agar nanti pada masa mendatang mereka mampu bertanggung jawab sebagai pemimpin yang hebat dalam masyarakatnya".

Setelah menjelaskan demikian kepada KoPi, wanita berparas selalu ceria itu mengajak anak-anak belajar mencuci baju. |YP|

back to top