Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Wanita asal Sydney dibebaskan dari penjara di Bali

Wanita asal Sydney dibebaskan dari penjara di Bali

Bali-KoPi-Leeza Ormsby, seorang wanita mantan warganegara Sydney,  meninggalkan penjara Kerobokan di Bali setelah menjalani sembilan bulan masa tahanan karena didapati menjual ganja. Leeza meninggalkan penjara Kerobokan pada 10.45 WITA.

Warga Selandia Baru ini disambut oleh dua petugas imigrasi dengan membawa barang-barangnya sendiri. Ketika ditanya bagaimana perasaannya, wanita berumur 38 tahun ini menjawab, “Sangat senang!”

Media press mengikutinya ke mobil sampai dia akhirnya berkata dalam bahasa Indonesia,"Saya mau tutup pintu.”
Kepala penjara Sudjonggo mengatakan kepada wartawan bahwa dia bertemu Leeza untuk pertama kalinya ketika Leeza mengucapkan selamat tinggal.

“Ketika dia bilang selamat tinggal, dia bilang terima kasih,” kata Sudjonggo. “Aku mengatakan padanya untuk tidak kembali lagi kesini.”
Leeza bergabung dengan kelompok merajut di penjara  dan berbagi makanan dengan sesama teman-teman narapidana di sebuah acara perpisahan kecil, katanya.

Leeza ditangkap pada bulan Februari ketika dia tersandung kasus narkoba di Bali. Petugas menyita setengah linting ganja dari tasnya, dan MDMA dan ganja di villa yang telah menjadi target mereka karena banyak witawan mengadakan pesta narkoba di villa tersebut.
Leeza ditahan selama berbulan-bulan sementara petugas gagal untuk mengorek obat apa lagi yang dia konsumsi.

Dia bisa saja dipenjara hingga 12 tahun di bawah hukum Indonesia. Tapi wanita kelahiran Rotorua ini tetap bersikukuh obat tersebut bukan miliknya, dan pengadilan berpendapat bahwa dia mendapatkan keringanan hukuman karena penggunaannya dilakukan di masa lalu.

Dia dibebaskan pada Rabu setelah berbulan-bulan berada di tahanan dalam penjagaan sebelum sidang dan mendapatkan keringan selama satu bulan karena berkelakuan baik.

Leeza akan dideportasi ke Selandia Baru. Leeza tinggal di Paddington, Sydney dan sedang berlibur di Bali ketika dia ditangkap. |news.com.au|DebyRahmayanti|

back to top