Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wanita asal Sydney dibebaskan dari penjara di Bali

Wanita asal Sydney dibebaskan dari penjara di Bali

Bali-KoPi-Leeza Ormsby, seorang wanita mantan warganegara Sydney,  meninggalkan penjara Kerobokan di Bali setelah menjalani sembilan bulan masa tahanan karena didapati menjual ganja. Leeza meninggalkan penjara Kerobokan pada 10.45 WITA.

Warga Selandia Baru ini disambut oleh dua petugas imigrasi dengan membawa barang-barangnya sendiri. Ketika ditanya bagaimana perasaannya, wanita berumur 38 tahun ini menjawab, “Sangat senang!”

Media press mengikutinya ke mobil sampai dia akhirnya berkata dalam bahasa Indonesia,"Saya mau tutup pintu.”
Kepala penjara Sudjonggo mengatakan kepada wartawan bahwa dia bertemu Leeza untuk pertama kalinya ketika Leeza mengucapkan selamat tinggal.

“Ketika dia bilang selamat tinggal, dia bilang terima kasih,” kata Sudjonggo. “Aku mengatakan padanya untuk tidak kembali lagi kesini.”
Leeza bergabung dengan kelompok merajut di penjara  dan berbagi makanan dengan sesama teman-teman narapidana di sebuah acara perpisahan kecil, katanya.

Leeza ditangkap pada bulan Februari ketika dia tersandung kasus narkoba di Bali. Petugas menyita setengah linting ganja dari tasnya, dan MDMA dan ganja di villa yang telah menjadi target mereka karena banyak witawan mengadakan pesta narkoba di villa tersebut.
Leeza ditahan selama berbulan-bulan sementara petugas gagal untuk mengorek obat apa lagi yang dia konsumsi.

Dia bisa saja dipenjara hingga 12 tahun di bawah hukum Indonesia. Tapi wanita kelahiran Rotorua ini tetap bersikukuh obat tersebut bukan miliknya, dan pengadilan berpendapat bahwa dia mendapatkan keringanan hukuman karena penggunaannya dilakukan di masa lalu.

Dia dibebaskan pada Rabu setelah berbulan-bulan berada di tahanan dalam penjagaan sebelum sidang dan mendapatkan keringan selama satu bulan karena berkelakuan baik.

Leeza akan dideportasi ke Selandia Baru. Leeza tinggal di Paddington, Sydney dan sedang berlibur di Bali ketika dia ditangkap. |news.com.au|DebyRahmayanti|

back to top