Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Jogja-KoPi| Wakil Menteri ESM, Arcandra Tahar, mengatakan masih terdapat gap yang besar dalam pengelolaan SDA di Indonesia sehingga menyebabkan belum terwujudnya kemakmuran rakyat.

Pengelolaan SDA di Indonesia sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air dan segala yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, menurut Arcandra terdapat jarak antara cita-cita founding father yang tetdapat dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dengan realitas sekarang ini.

“Suka atau tidak suka, dalam pengelolaan SDA kita terjadi gap yang sangat besar. Sebagus apa pun rencana kita, namun gap tadi masih lebar dan bukan terjemahan dari pemikiran founding fathers kita”, jelasnya dalam Diskusi Nasional Kebijakan Energi Mewujudkan Keselarasan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dalam Mencapai Sasaran Kebijakan Energi (KEN), di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (25/4).

Arcandra mengartikan bahwa seharusnya semua SDA dikelola oleh putra putri Indonesia, menggunakan teknologi sendiri, pendanaan sendiri, hasil pemanfaatan SDA digunakan dalam negeri, dan sisanya baru diekspor sehingga tidak ada gap dalam pengelolaan SDA.

Tapi yang terjadi masih banyak daerah yang kekurangan hasil SDA, sedangkan hasil SDA tersebut diekspor. Begitu juga dengan pengelolaan, teknologi, dan pendanaan.

Untuk mempersempit gap tersebut menurut Arcandra dapat dilakukan dengan menarik putra putri terbaik bangsa dalam mengelola SDA.

“Gap ini dapat diatasi dengan putra putri kita”, ujarnya.

back to top