Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Jogja-KoPi| Wakil Menteri ESM, Arcandra Tahar, mengatakan masih terdapat gap yang besar dalam pengelolaan SDA di Indonesia sehingga menyebabkan belum terwujudnya kemakmuran rakyat.

Pengelolaan SDA di Indonesia sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air dan segala yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, menurut Arcandra terdapat jarak antara cita-cita founding father yang tetdapat dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dengan realitas sekarang ini.

“Suka atau tidak suka, dalam pengelolaan SDA kita terjadi gap yang sangat besar. Sebagus apa pun rencana kita, namun gap tadi masih lebar dan bukan terjemahan dari pemikiran founding fathers kita”, jelasnya dalam Diskusi Nasional Kebijakan Energi Mewujudkan Keselarasan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dalam Mencapai Sasaran Kebijakan Energi (KEN), di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (25/4).

Arcandra mengartikan bahwa seharusnya semua SDA dikelola oleh putra putri Indonesia, menggunakan teknologi sendiri, pendanaan sendiri, hasil pemanfaatan SDA digunakan dalam negeri, dan sisanya baru diekspor sehingga tidak ada gap dalam pengelolaan SDA.

Tapi yang terjadi masih banyak daerah yang kekurangan hasil SDA, sedangkan hasil SDA tersebut diekspor. Begitu juga dengan pengelolaan, teknologi, dan pendanaan.

Untuk mempersempit gap tersebut menurut Arcandra dapat dilakukan dengan menarik putra putri terbaik bangsa dalam mengelola SDA.

“Gap ini dapat diatasi dengan putra putri kita”, ujarnya.

back to top