Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Jogja-KoPi| Wakil Menteri ESM, Arcandra Tahar, mengatakan masih terdapat gap yang besar dalam pengelolaan SDA di Indonesia sehingga menyebabkan belum terwujudnya kemakmuran rakyat.

Pengelolaan SDA di Indonesia sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air dan segala yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, menurut Arcandra terdapat jarak antara cita-cita founding father yang tetdapat dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dengan realitas sekarang ini.

“Suka atau tidak suka, dalam pengelolaan SDA kita terjadi gap yang sangat besar. Sebagus apa pun rencana kita, namun gap tadi masih lebar dan bukan terjemahan dari pemikiran founding fathers kita”, jelasnya dalam Diskusi Nasional Kebijakan Energi Mewujudkan Keselarasan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dalam Mencapai Sasaran Kebijakan Energi (KEN), di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (25/4).

Arcandra mengartikan bahwa seharusnya semua SDA dikelola oleh putra putri Indonesia, menggunakan teknologi sendiri, pendanaan sendiri, hasil pemanfaatan SDA digunakan dalam negeri, dan sisanya baru diekspor sehingga tidak ada gap dalam pengelolaan SDA.

Tapi yang terjadi masih banyak daerah yang kekurangan hasil SDA, sedangkan hasil SDA tersebut diekspor. Begitu juga dengan pengelolaan, teknologi, dan pendanaan.

Untuk mempersempit gap tersebut menurut Arcandra dapat dilakukan dengan menarik putra putri terbaik bangsa dalam mengelola SDA.

“Gap ini dapat diatasi dengan putra putri kita”, ujarnya.

back to top