Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wakil presiden dikarantina gara-gara Ebola

Wakil Presiden Sierra Leone Samuel Sam-Sumana Wakil Presiden Sierra Leone Samuel Sam-Sumana
KoPi | Wabah Ebola di kawasan Afrika akhirnya juga berpengaruh pada pemerintahan. Wakil Presiden Sierra Leone, Samuel Sam-Sumana, terpaksa harus dikarantina setelah salah satu pengawalnya meninggal karena terinfeksi Ebola. Sierra Leone adalah salah satu negara di Afrika Barat yang terserang epidemi Ebola.
 

Sam-Sumana menjadi pejabat tinggi dari benua Afrika pertama yang harus dikarantina karena Ebola. Sam-Sumana dilaporkan secara sukarela mengajukan diri untuk dikarantina selama 21 hari.

“Virus ini telah mempengaruhi ribuan rakyat kami dan hampir membuat negara kami roboh. Kita semua punya tanggung jawab bersama untuk memutus rantai penularan dengan mengisolasi yang sakit dan melaporkan bila ada kontak dengan penderita. Kita harus bekerja sama sebagai sebuah bangsa untuk menghentikan Ebola,” ujar Sam-Sumana dalam pernyataannya.

Karantina Sam-Sumana sendiri terjadi setelah Presiden Ernest Bai Koroma kembali memberlakukan larangan bepergian bagi penduduk Sierra Leone demi mencegah penyebaran Ebola. Sam-Sumana dilaporkan harus mengerjakan tugas-tugas wakil presiden dari rumahnya.

Hingga Sabtu lalu Sierra Leone mencatat 18 kasus baru Ebola. Minggu sebelumnya muncul 16 kasus baru. Kebanyakan kasus terjadi di Ibukota Sierra Leone, Freetown. Freetown yang merupakan kota pelabuhan menjadi pusat berkumpulnya nelayan. Dalam satu kasus seorang nelayan meninggal di laut, dan rekan-rekannya membawa jenazahnya ke Freetown. Rekan-rekannya kemudian kembali ke kawasan nelayan di Freetown, dan menularkan Ebola ke lingkungannya.

WHO melaporkan wabah Ebola di Afrika Barat telah merenggut nyawa 9.600 orang. Laporan infeksi Ebola telah mencapai 23.800 kasus, kebanyakan di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. Saat ini penyebaran Ebola paling cepat terjadi di Sierra Leone, sedangkan kasus kematian terbesar berasal dari Liberia. Meski demikian WHO melaporkan Liberia telah berhasil menurunkan angka infeksi dan membuka kembali sekolah-sekolah yang ditutup akibat wabah Ebola. 

back to top