Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Yogyakarta-KoPi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menghimbau kepada para perokok agar besok tanggal 31 Mei 2014 tidak merokok karena merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) sebagaimana disampaikan oleh Tri Hardoyo di Gedung Humas Pemkot Yogyakarta (30/5).

“Diharapkan pada hari itu, yang merokok berhenti sejanak,” jelasnya. HTTS tahun ini bertema “Lindungilah Generasi Muda dari Tembakau.”

Berdasarkan laporan Dinas Kota Yogyakarta, tahun ke tahun penderita penyakit hipertensi, stroke, jantung dan penyakit lainnya akibat rokok semakin terus bertambah. Upaya promotif pun dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengurangi angka perokok yang semakin meningkat, terutama perokok pemula karena di DIY perokok berumur 5 sampai 9 tahun menempati rangking ke-4.

“Dia atas 15 tahun 63% dari total penduduk Kota Yogyakarta adalah perokok,” jelasnya lagi. “Orang yang merokok, jantungnya dan paru-parunya itu beda, ada keraknya.”

Contoh yng nyata bisa kita liat dari gigi orang perokok dan bukan perokok. Gigi perokok akan tetap agak kekuning-kuningan walupun di sikat. Jika dibayangkan bagaimana jantung dan paru-paru perokok yang tidak bisa dibersihkan, pastinya kotor. Belum lagi, udara saat ini banyak polusinya, motor dan mobil dimana-mana.

Menurutnya, merokok itu tidak dilarang tapi ada peraturannya. “Merokok adalah pilihan bagi masyarakat. Silahkan merokok, tapi jangan di tempat-tempat yang dilarang merokok,” himbaunya lagi.


Reporter: Fahrurrazi

back to top