Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Yogyakarta-KoPi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menghimbau kepada para perokok agar besok tanggal 31 Mei 2014 tidak merokok karena merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) sebagaimana disampaikan oleh Tri Hardoyo di Gedung Humas Pemkot Yogyakarta (30/5).

“Diharapkan pada hari itu, yang merokok berhenti sejanak,” jelasnya. HTTS tahun ini bertema “Lindungilah Generasi Muda dari Tembakau.”

Berdasarkan laporan Dinas Kota Yogyakarta, tahun ke tahun penderita penyakit hipertensi, stroke, jantung dan penyakit lainnya akibat rokok semakin terus bertambah. Upaya promotif pun dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengurangi angka perokok yang semakin meningkat, terutama perokok pemula karena di DIY perokok berumur 5 sampai 9 tahun menempati rangking ke-4.

“Dia atas 15 tahun 63% dari total penduduk Kota Yogyakarta adalah perokok,” jelasnya lagi. “Orang yang merokok, jantungnya dan paru-parunya itu beda, ada keraknya.”

Contoh yng nyata bisa kita liat dari gigi orang perokok dan bukan perokok. Gigi perokok akan tetap agak kekuning-kuningan walupun di sikat. Jika dibayangkan bagaimana jantung dan paru-paru perokok yang tidak bisa dibersihkan, pastinya kotor. Belum lagi, udara saat ini banyak polusinya, motor dan mobil dimana-mana.

Menurutnya, merokok itu tidak dilarang tapi ada peraturannya. “Merokok adalah pilihan bagi masyarakat. Silahkan merokok, tapi jangan di tempat-tempat yang dilarang merokok,” himbaunya lagi.


Reporter: Fahrurrazi

back to top