Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Wah, jelang AFTA Jepang semakin semangat perluaskan pasar di Indonesia Featured

Wah, jelang AFTA Jepang semakin semangat perluaskan pasar di Indonesia
Surabaya - KoPi | Jepang telah lama menjadi partner Indonesia, baik dalam hal kebudayaan maupun ekonomi. Romantisme hubungan tersebut terjalin lama hingga saat ini. Bagi Jepang, Indonesia selalu menjadi konsumen yang baik untuk produk-produk mereka. Mendekati berlakunya AFTA, Indonesia menjadi salah satu pasar yang menjanjikan bagi Jepang.
 

Hal tersebut diungkapkan Konsulat Jenderal Jepang untuk Surabaya Kato Yoshiharu dalam kuliah umum "Tantangan Mahasiswa di Era AFTAdalam Bingkai Hubungan Indonesia-Jepang" di Universitas 17 Agustus Surabaya. Ia mengatakan, saat ini Jepang sedang berusaha meningkatkan kunjungan warga Jepang ke Indonesia. Saat ini jumlah warga Jepang di Indonesia hanya 16.296, dan hanya 743 orang yang ada di Jawa Timur.

"Kunjungan orang Jepang ke Indonesia turun sejak jatuhnya Presiden Soeharto. Banyak yang masih takut pergi ke Indonesia. Justru jumlah orang Korea di Indonesia lebih banyak, sampai 3 kali lipat," tutur Kato dalam Bahasa Indonesia yang fasih.

Kato mengatakan, pertumbuhan ekonomi China telah menggeser posisi Jepang sebagai partner dagang Indonesia nomor 1. Saat ini ekspor dan impor Indonesia lebih banyak dengan China. Tahun 2014 lalu, ekspor Indonesia dan Jepang telah menurun ke posisi 2, hanya 11%. Sedangkan ekspor Indonesia ke China yang mencapai 14%. Hal itu juga berlaku pada angka impor. Pada tahun 2014 impor Indonesia dari Jepang hanya 14%, namun impor dari China mencapai 21%.

"Namun bagi Jepang, Indonesia masih menjadi pasar yang menjanjikan," ungkapnya. Turunnya angka impor tersebut tidak membuat mereka jera. Sebaliknya, mereka bersemangat ingin kembali menjadi penjual nomor 1 untuk Indonesia.

Apalagi, Jepang masih membutuhkan produk-produk mentah asal Indonesia, seperti minyak, LNG, udang, karet, dan sebagainya. Sebagai gantinya, Jepang mendatangkan kembali barang-barang tersebut dalam bentuk barang jadi yang lebih mahal, seperti mesin-mesin umum, produk elektronik, produk transportasi, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia sendiri?

back to top