Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Wellington-KoPi, Ilmuwan New Zealand dan Australia sebentar lagi meliris vaksin baru untuk melawan rotavirus, yang disebut bisa menyelamatkan lebih 500,000 anak-anak di bawah umur 5 tahun tiap tahunnya, yang sering terjadi di negara-negara berkembang.

Percobaan klinis terhadap 95 bayi di Dunedin, New Zealand, menemukan bahwa vaksin tersebut memberikan respon imun yang kuat lebih dari 90% bagi yang menerima vaksin tersebut ketika beberapa hari setelah dilahirkan, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh University of Otago New Zealand pada hari Kamis.

Rotavirus adalah penyebab yang sering terjadi pada penyakit diare yang hebat bagi bayi dan anak-anak kecil, yang bisa menyebabkan kematian lebih dari jutaan anak-anak di bawah 5 tahun setiap tahunnya.

Para peneliti dari University of Otago dan University of Melbourne mengatakan bahwa hasil dari vaksin tersebut diyakini sangat efektif dalam mencegah virus rotavirus yang menyebabkan diare bagi bayi-bayi yang masih kecil.

Peneliti dari University of Otago Dr Pam Jacksin mengatakan bahwa penelitian dan pengembangan vaksin tersebut dilakukan oleh institusi akademisi dari pada industri farmasi, agar bisa diberikan bagi negara-negara berkembang yang paling membutuhkan.

Percobaan klinis juga telah dilaksanakan di Indonesia dan diharapkan vaksin tersedia dan tersebar luas pada tahun 2016.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top