Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Wellington-KoPi, Ilmuwan New Zealand dan Australia sebentar lagi meliris vaksin baru untuk melawan rotavirus, yang disebut bisa menyelamatkan lebih 500,000 anak-anak di bawah umur 5 tahun tiap tahunnya, yang sering terjadi di negara-negara berkembang.

Percobaan klinis terhadap 95 bayi di Dunedin, New Zealand, menemukan bahwa vaksin tersebut memberikan respon imun yang kuat lebih dari 90% bagi yang menerima vaksin tersebut ketika beberapa hari setelah dilahirkan, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh University of Otago New Zealand pada hari Kamis.

Rotavirus adalah penyebab yang sering terjadi pada penyakit diare yang hebat bagi bayi dan anak-anak kecil, yang bisa menyebabkan kematian lebih dari jutaan anak-anak di bawah 5 tahun setiap tahunnya.

Para peneliti dari University of Otago dan University of Melbourne mengatakan bahwa hasil dari vaksin tersebut diyakini sangat efektif dalam mencegah virus rotavirus yang menyebabkan diare bagi bayi-bayi yang masih kecil.

Peneliti dari University of Otago Dr Pam Jacksin mengatakan bahwa penelitian dan pengembangan vaksin tersebut dilakukan oleh institusi akademisi dari pada industri farmasi, agar bisa diberikan bagi negara-negara berkembang yang paling membutuhkan.

Percobaan klinis juga telah dilaksanakan di Indonesia dan diharapkan vaksin tersedia dan tersebar luas pada tahun 2016.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top