Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Wellington-KoPi, Ilmuwan New Zealand dan Australia sebentar lagi meliris vaksin baru untuk melawan rotavirus, yang disebut bisa menyelamatkan lebih 500,000 anak-anak di bawah umur 5 tahun tiap tahunnya, yang sering terjadi di negara-negara berkembang.

Percobaan klinis terhadap 95 bayi di Dunedin, New Zealand, menemukan bahwa vaksin tersebut memberikan respon imun yang kuat lebih dari 90% bagi yang menerima vaksin tersebut ketika beberapa hari setelah dilahirkan, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh University of Otago New Zealand pada hari Kamis.

Rotavirus adalah penyebab yang sering terjadi pada penyakit diare yang hebat bagi bayi dan anak-anak kecil, yang bisa menyebabkan kematian lebih dari jutaan anak-anak di bawah 5 tahun setiap tahunnya.

Para peneliti dari University of Otago dan University of Melbourne mengatakan bahwa hasil dari vaksin tersebut diyakini sangat efektif dalam mencegah virus rotavirus yang menyebabkan diare bagi bayi-bayi yang masih kecil.

Peneliti dari University of Otago Dr Pam Jacksin mengatakan bahwa penelitian dan pengembangan vaksin tersebut dilakukan oleh institusi akademisi dari pada industri farmasi, agar bisa diberikan bagi negara-negara berkembang yang paling membutuhkan.

Percobaan klinis juga telah dilaksanakan di Indonesia dan diharapkan vaksin tersedia dan tersebar luas pada tahun 2016.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top