Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Video Porno “Hentai” pengaruhi tingginya angka kehamilan tak diinginkan pada remaja Jogja

Video Porno “Hentai” pengaruhi tingginya angka kehamilan tak diinginkan pada remaja Jogja

Jogja-Kopi| Video Porno “Hentai” jadi salah satu pengaruh tingginya jumlah kehamilan tak diinginkan pada remaja di Yogyakarta yang mencapai sebanyak 686 kasus.

Ketua Youth Forum DIY, Ndaru Tejo Laksana, menjelaskan beberapa faktor penyebab jumlah kehamilan tak diinginkan pada remaja di Yogyakarta, salah satunya kebebasan mengakses internet dan kebebasan mengunduh film porno.

Sementara itu, Film porno bukan hanya mengarah pada film porno beraktor manusia. Namun, juga film porno dalam bentuk animasi.

“Video porno bermodelkan animasi juga mempengaruhi remaja unutk berbuat seks bebas,”ujarnya di kantor PKBI Yogyakarta, Kamis (6/4).

Film porno animasi disini merujuk ke satu genre film buatan negeri sakura yang lebih dikenal dengan nama “Hentai”.

Menurutnya bukan lagi hal baru bagi remaja untuk tertarik menonton hentai. Kebebasan mengunduh dan mengakses situs “Hentai” inilah yang kemudian menjadi permasalahan pada tingginya jumlah kehamilan yang tak diinginkan pada remaja.

Lanjutnya, meski hentai sendiri merupakan buatan murni imajinasi seseorang, namun beberapa remaja juga dapat tertarik dengan film porno ini.

“Ada remaja yang suka dengan animasi video porno. Nah, kesukaan setiap orang untuk menonton video prono itu berbeda-beda,ada yang suka dengan animasi dan ada yang suka dengan orang nyata,”jelasnya.

Tejo menambahkan film porno “Hentai” ini memang sudah ditangani oleh pemerintah pusat oleh Kominfo dengan menggunakan “internet Positif Indonesia”.

Meski demikian pembuat situs porno dengan genre “Hentai” masih saja dapat lolos dari Kominfo dan masih dapat memposting video tersebut.

“Tapi ya ada orang yang mencari pengahasilan lewat viewer (penonton) mereka juga tidak kalah akal, mereka bisa membuat website baru, dan blog baru, sehingga pembuat situs porno ini juga perlu ditangani serius oleh pemerintah,” pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top