Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Video Porno “Hentai” pengaruhi tingginya angka kehamilan tak diinginkan pada remaja Jogja

Video Porno “Hentai” pengaruhi tingginya angka kehamilan tak diinginkan pada remaja Jogja

Jogja-Kopi| Video Porno “Hentai” jadi salah satu pengaruh tingginya jumlah kehamilan tak diinginkan pada remaja di Yogyakarta yang mencapai sebanyak 686 kasus.

Ketua Youth Forum DIY, Ndaru Tejo Laksana, menjelaskan beberapa faktor penyebab jumlah kehamilan tak diinginkan pada remaja di Yogyakarta, salah satunya kebebasan mengakses internet dan kebebasan mengunduh film porno.

Sementara itu, Film porno bukan hanya mengarah pada film porno beraktor manusia. Namun, juga film porno dalam bentuk animasi.

“Video porno bermodelkan animasi juga mempengaruhi remaja unutk berbuat seks bebas,”ujarnya di kantor PKBI Yogyakarta, Kamis (6/4).

Film porno animasi disini merujuk ke satu genre film buatan negeri sakura yang lebih dikenal dengan nama “Hentai”.

Menurutnya bukan lagi hal baru bagi remaja untuk tertarik menonton hentai. Kebebasan mengunduh dan mengakses situs “Hentai” inilah yang kemudian menjadi permasalahan pada tingginya jumlah kehamilan yang tak diinginkan pada remaja.

Lanjutnya, meski hentai sendiri merupakan buatan murni imajinasi seseorang, namun beberapa remaja juga dapat tertarik dengan film porno ini.

“Ada remaja yang suka dengan animasi video porno. Nah, kesukaan setiap orang untuk menonton video prono itu berbeda-beda,ada yang suka dengan animasi dan ada yang suka dengan orang nyata,”jelasnya.

Tejo menambahkan film porno “Hentai” ini memang sudah ditangani oleh pemerintah pusat oleh Kominfo dengan menggunakan “internet Positif Indonesia”.

Meski demikian pembuat situs porno dengan genre “Hentai” masih saja dapat lolos dari Kominfo dan masih dapat memposting video tersebut.

“Tapi ya ada orang yang mencari pengahasilan lewat viewer (penonton) mereka juga tidak kalah akal, mereka bisa membuat website baru, dan blog baru, sehingga pembuat situs porno ini juga perlu ditangani serius oleh pemerintah,” pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top