Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Video aksi gila Jetman, terbang beriringan dengan Airbus A380

Video aksi gila Jetman, terbang beriringan dengan Airbus A380
KoPi| Impian manusia untuk terbang bebas di angkasa merupakan impian sepanjang masa. Masyarakat Yunani kuno telah mencatat impian manusia untuk terbang dalam kisah Icarus. Impian tersebut akhirnya terkabul berabad-abad kemudian, melalui penemuan pesawat oleh Wright bersaudara.
 

Namun pesawat sejatinya masih merupakan kurungan bagi mimpi itu. Ya, manusia bisa terbang, namun tak sebebas burung. Impian terbang sebebas burung baru bisa dibayangkan lewat film fiksi, seperti Iron Man dan Captain America.

Kini kemajuan teknologi semakin membuat impian Icarus tersebut menjadi nyata. Sebuah video di Youtube yang populer baru-baru ini menunjukkan 2 orang terbang bebas dengan jetpack individu, beriringan dengan sebuah pesawat Airbus A380 milik maskapai Uni Emirates. Mereka terbang di atas ikon Uni Emirat Arab, Palm Jumeirah dan Burj Khalifa.

Formasi terbang tersebut merupakan upaya Yves 'Jetman' Rossy, seorang penantang maut, untuk menguji seberapa jauh kemampuan teknologi penerbangan masa kini. Ia dan rekannya, Vince Reffet, memasang sayap kevlar dan sepasang mesin jetpack kecil di punggung mereka. Impian untuk terbang bebas di angkasa benar-benar menjadi nyata.

Dalam video tersebut, Rossy dan Reffet dijatuhkan dari sebuah helikopter dari ketinggian 1.676 m, lalu bergabung dengan pesawat Airbus A380 yang dipiloti Captain Abbas Shabbandalam sebuah formasi terbang. Rossy dan tim dari otoritas penerbangan Dubai sungguh-sungguh merencanakan bagaimana formasi terbang tersebut agar keselamatan para Jetman dan Airbus A380 tetap terjaga. Rossy dan Reffet mendorong kemampuan jetpack mereka ke batas maksimal, yang artinya mereka tak boleh terbang lebih dari 10 menit

"Kami seperti nyamuk yang terbang bersama elang," ujar Rossy sebelum penerbangan tersebut dilakukan.

"Rasanya sungguh alami. Tiba-tiba saya merasa jadi satu dengan sayap, saya merasa sayap jet tersebut merupakan perpanjangan tubuh saya," ungkap Reffet dalam salah satu video di balik layar formasi terbang tersebut.

"Saat kami mulai merasa nyaman di atas udara, kami benar-benar merasa bebas. Bebas dalam berbagai dimensi. Benar-benar menakjubkan," kata Rossy di video yang sama.

Yves 'Jetman' Rossy adalah seorang penggemar dunia penerbangan. Ia dikenal sebagai pencipta berbagai jenis jetpack individual. Penemuannya yang terbaru adalah sayap serat karbon, yang juga dipakainya dalam formasi terbang di Dubai. Sebelum aksinya di Dubai, ia pernah beberapa kali melakukan aksi lain, seperti di terbang melintasi Pegunungan Alpen dengan kecepatan 304 km/jam, melintasi Selat Channel, Inggris, dengan menggunakan jetpack, dan terbang melintasi Grand Canyon, Colorado, Amerika.

Media

back to top