Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Valentino Rossi menuduh Jorge Lorenzo bermain curang

Valentino Rossi menuduh Jorge Lorenzo bermain curang

KoPi| Valentino Rossi mengecam balapan seri terakhir MotoGP di Valencia Spanyol hari Ahad kemarin (8/11), sebagai balapan yang telah direncanakan dimenangkan oleh pesainganya Jorge Lorenzo. Lorenzo yang mengawali balapan di posisi terdepan berhasil memenangi race tersebut.


Rossi memulai balapan di posisi terakhir setelah dijatuhi hukuman seusai balapan sebelumnya di Malaysia, dan pesaing utamanya Jorge Lorenzo di posisi terdepan. Namun Rossi mampu melesat hingga di posisi ke empat yang membuka harapan untuk merengkuh tittle juaranya yang ke-10 dalam karirnya dan tittle kedelapan dalam kancah MotoGP. Tetapi harapanya pupus di dua pembalap Spanyol Marc Marquez dan Dani Pederosa yang finish di urutan dua dan tiga. Rossi menuduh mereka membantu rekan senegara dengan tidak mencoba untuk menang.

"Saya melakukan apa yang saya bisa tapi itu adalah situasi yang aneh melihat Márquez sebagai pengawal Lorenzo. Hal ini memalukan untuk dunia olahraga, "kata Rossi kepada wartawan. "Mudah-mudahan otoritas olahraga akan dapat mengatasinya. Ini adalah akhir yang buruk dalam kejuaraan. Bukan kejuaraan yang sesungguhnya dan seharusnya ini tidak terjadi dalam olahraga."

"Saya selalu melakoni balapan semaksimal mukin dan saya tahu akan ada orang yang akan mengatakan bahwa saya sengaja berada di posisi kedua karena saya ingin Lorenzo menang," sanggah Marquez.

Sementara Lorenzo mengatakan,"Dani melakukan yang terbaik seperti menyalip dengan gila. Kami adalah Spanyol dan gelar tetap di Spanyol. Jika berada di Italia dan dengan dua orang Italia di belakang Rossi kemudian itu akan menjadi sama. "

Perlombaan telah bercampur kontroversi dan juga bekas kasus di Malaysi, yang Rossi diduga menendang Marquez dari motor. Rossi membantah dan menyebutkan itu adalah sabotase dari Marquez. Banding pun diajukan untuk pembatalan memulai balapan dari grid terakhir. Sementara Marquez dan keluarganya mengeluh telah diteror oleh media Italia dan akan memprosesnya lewat jalur hukum.

Balapan berjalan tidak terlalu mengejutkan, dengan Lorenzo memimpin dari awal hingga akhir, sementara Rossi berhasil naik sejauh yang dia bisa. Rossi finish dengan selisih catatan waktu 19,7 detik dari posisi ke-3. | Roni| theguardian.com |

back to top