Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Valentino Rossi menuduh Jorge Lorenzo bermain curang

Valentino Rossi menuduh Jorge Lorenzo bermain curang

KoPi| Valentino Rossi mengecam balapan seri terakhir MotoGP di Valencia Spanyol hari Ahad kemarin (8/11), sebagai balapan yang telah direncanakan dimenangkan oleh pesainganya Jorge Lorenzo. Lorenzo yang mengawali balapan di posisi terdepan berhasil memenangi race tersebut.


Rossi memulai balapan di posisi terakhir setelah dijatuhi hukuman seusai balapan sebelumnya di Malaysia, dan pesaing utamanya Jorge Lorenzo di posisi terdepan. Namun Rossi mampu melesat hingga di posisi ke empat yang membuka harapan untuk merengkuh tittle juaranya yang ke-10 dalam karirnya dan tittle kedelapan dalam kancah MotoGP. Tetapi harapanya pupus di dua pembalap Spanyol Marc Marquez dan Dani Pederosa yang finish di urutan dua dan tiga. Rossi menuduh mereka membantu rekan senegara dengan tidak mencoba untuk menang.

"Saya melakukan apa yang saya bisa tapi itu adalah situasi yang aneh melihat Márquez sebagai pengawal Lorenzo. Hal ini memalukan untuk dunia olahraga, "kata Rossi kepada wartawan. "Mudah-mudahan otoritas olahraga akan dapat mengatasinya. Ini adalah akhir yang buruk dalam kejuaraan. Bukan kejuaraan yang sesungguhnya dan seharusnya ini tidak terjadi dalam olahraga."

"Saya selalu melakoni balapan semaksimal mukin dan saya tahu akan ada orang yang akan mengatakan bahwa saya sengaja berada di posisi kedua karena saya ingin Lorenzo menang," sanggah Marquez.

Sementara Lorenzo mengatakan,"Dani melakukan yang terbaik seperti menyalip dengan gila. Kami adalah Spanyol dan gelar tetap di Spanyol. Jika berada di Italia dan dengan dua orang Italia di belakang Rossi kemudian itu akan menjadi sama. "

Perlombaan telah bercampur kontroversi dan juga bekas kasus di Malaysi, yang Rossi diduga menendang Marquez dari motor. Rossi membantah dan menyebutkan itu adalah sabotase dari Marquez. Banding pun diajukan untuk pembatalan memulai balapan dari grid terakhir. Sementara Marquez dan keluarganya mengeluh telah diteror oleh media Italia dan akan memprosesnya lewat jalur hukum.

Balapan berjalan tidak terlalu mengejutkan, dengan Lorenzo memimpin dari awal hingga akhir, sementara Rossi berhasil naik sejauh yang dia bisa. Rossi finish dengan selisih catatan waktu 19,7 detik dari posisi ke-3. | Roni| theguardian.com |

back to top